300 Hamba Tuhan Berkumpul Bahas Fenomena Gereja di Manado

370
Ketua Sinode Gereja Generasi Kristus, Ps Didith Zoe Faith tampil terdepan menjawab tantangan global yang terdeteksi belakangan ini. (foto: istimewa)

MANADO – Menghadapi fenomena yang terjadi di era modern, sekitar 300 Pendeta dan Gembala berkumpul di Manado dengan mengusung semangat juang religius anyar.

Bertempat di Hotel Roger’s Karombasan, Manado pada penghujung pekan lalu, hajatan kerohanian yang digagas oleh Ketua Sinode Gereja Generasi Kristus, Ps Didith Zoe Faith itu tampil terdepan menjawab tantangan global yang terdeteksi belakangan ini.

Dimana, banyak Gereja-Gereja di Eropa yang telah beralih fungsi dari tempat peribadatan menjadi tempat hiburan.

Dari berbagai edisi kejadian yang meresahkan itu, disimpulkan untuk mengembalikan posisi awal yang Allah tetapkan untuk manusia bahwa tujuan Tuhan adalah di akhir zaman.

‘’Gereja harus dikembalikan pada posisinya. Bukan mendengar suara-suara dari opini publik, suara dari orang-orang kuat. Apalagi suara musuh, tapi Gereja harus mendengar suara yg keluar dari mulut Allah sendiri,’’ pesan Ps Didith dalam hajatan yang menyedot perhatian banyak para Hamba Tuhan itu.

Masalah yang terjadi selama ini, bahwa pembawa berita kebenaran yang sudah tidak lagi mendengar suara dari Allah. Yang dimaksud adalah Pendeta-nya.

‘’Perlu orang yang clean, clear, pure untuk memenangkan zaman. Di jaman itu Allah memberikan Samuel untuk bangsa Israel. Dengan demikian bangsa itu terus mengalami terobosan demi terobosan dalam segala hal,” kata dia.

Tapi masalahnya, menurut Ps Didith, banyak orang terhenti dalam pergerakannya sendiri dan tidak bisa mengikuti pergerakan Allah dan tahta, karena Allah terus bergerak dari masa ke masa.

Maka dari itu gereja perlu reformasi terakhir agar tujuan dan maksud Allah dapat terealisasi di bumi.

Tersimpul dalam pertemuan tersebut adalah bahwa organisasi Gereja adalah wadah pendorong untuk gereja bergerak, jangan jadi penghambat tujuan Tuhan.

’Mendewasakan manusia Roh adalah dengan cara mendengar firman kerajaan, bukan dengan aktiftas sosial apalagi aktifitas poco-poco dan masih banyak lagi yang diagendakan setiap Paskah atau Natalan.

Gereja sementara disibukan dengan aktifitas yang bukan membangun manusia roh.

‘’Saya bukan anti organisasi tapi Gereja harus bersatu, sekalipun banyak statement gereja tidak bisa bersatu karena punya doktrin dan agendanya masing-masing. Tapi inilah mandat ilahi yang Tuhan berikan untuk bumi ini. Gereja bisa bersatu jika sistem Babel tidak menguasai operasinal Gereja,’’ ungkapnya.

Ditambahnya, generasi Daniel, Sadrak, Mesakh dan Abednego harus bangkit. Generasi yang tidak terkontaminasi dengan sistem bumiwi. (*/don)