MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat tetap tenang terkait temuan peneliti mengenai patahan raksasa di bawah laut Sulawesi yang disebut bisa memicu tsunami.
Struktur geologi yang menghebohkan itu dipastikan merupakan bagian dari sistem sesar yang telah lama teridentifikasi oleh para ahli.
“Jika jeli membaca bahwa tulisan itu sedang membahas Sesar Palu-Koro yang memanjang ke laut Sulawesi. Sesar Palu-Koro kan sudah ada dari dulu,” tulis keterangan BMKG saat dikonfirmasi Herald Sulsel, Kamis (16/4/2026).
BMKG menyatakan pihaknya telah memantau keberadaan patahan itu di wilayah perairan Sulawesi.
Saat ini, otoritas terkait tengah menyusun tanggapan resmi secara komprehensif untuk segera disampaikan kepada masyarakat luas.
Pihak BMKG juga mengimbau warga agar bersabar menunggu keterangan resmi lebih lanjut.
Hal ini dilakukan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi terkait dampak dari aktivitas seismik di wilayah tersebut. Panduan wisata Sulsel
Sebelumnya, peneliti Tang Tingwei dari Chinese Academy of Science menemukan sinyal sensor patahan Palu-Koro yang membelah kerak bumi di dasar laut.
Patahan ini memanjang dari garis pantai Sulawesi hingga ke sistem lautan yang lebih besar dan dinilai berpotensi mengguncang massa air secara masif.
Temuan ini sekaligus memberikan jawaban ilmiah atas peristiwa tsunami dahsyat yang menerjang Palu pada 28 September 2018 silam.
Kala itu, gelombang setinggi nyaris 11 meter terbentuk di pesisir barat Sulawesi meski pergerakan sesar bersifat mendatar.
Berdasarkan hasil riset, patahan yang lebih dalam tersebut mengakibatkan dasar laut mengalami ‘pembengkokan’ dan penurunan yang sangat dalam.
Mekanisme inilah yang diduga kuat menjadi pemicu utama tingginya gelombang tsunami di Palu yang sebelumnya sempat melampaui perkiraan para ahli. (*/red)






















