MINUT – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Vinctor Mailangkay SH MH menegaskan peran strategis gereja sebagai mitra pembangunan dalam Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-8 Jemaat GMIM Betlehem Kawangkoan Baru, Kalawat, Minahasa Utara, Minggu (22/2/2026).
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur melalui Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Christodharma Sondakh dalam ibadah yang dipimpin Pdt Fiethr Macawalang S.Th.
Wagub menekankan perayaan ulang tahun gereja bukan sekadar seremoni tahunan atau simbol kemegahan fisik, melainkan momentum refleksi atas penyertaan Tuhan sekaligus penguatan komitmen pelayanan.
“Betlehem berarti rumah roti. Sebagaimana Betlehem melahirkan Sang Roti Hidup, jemaat GMIM Betlehem harus hadir sebagai rumah yang menghidupi dan membagikan roti kasih bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai gereja memiliki posisi penting dalam memperkuat ketahanan sosial, membangun karakter bangsa, serta menjaga stabilitas daerah.
Karena itu, sinergi antara gereja dan pemerintah disebut sebagai fondasi strategis dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Wagub juga mengingatkan pentingnya merawat toleransi di tengah keberagaman. Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan antarumat beragama yang tinggi.
Di tengah umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Ramadan, jemaat diajak untuk terus menjaga harmoni dan persaudaraan lintas iman.
“Rawat kebersamaan, hormati perbedaan, dan ciptakan suasana yang damai. Dari Betlehem, biarlah kasih terpancar untuk Sulawesi Utara dan Indonesia,” ujarnya.
Perayaan delapan tahun GMIM Betlehem Kawangkoan Baru menjadi penegasan bahwa gereja bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga kekuatan moral dan sosial yang ikut menentukan arah pembangunan daerah dan kualitas kehidupan kebangsaan. (*/ben)






















