SANGIHE – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Tahuna, Senin (09/02).
Penandatanganan PKS ini difokuskan pada pengembangan keterampilan di bidang pertanian dan ketahanan pangan yang akan diterapkan langsung di lingkungan Lapas Kelas IIB Tahuna.
Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam membekali warga binaan dengan keterampilan produktif yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
“Kerja sama ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menjadi wujud nyata pembinaan di Lapas Tahuna. Melalui pelatihan pertanian ini, warga binaan diharapkan memiliki keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk mandiri secara ekonomi setelah bebas nanti,” ujar Yosef.
Ia juga berharap sinergi antara Lapas Tahuna dan SMKN 3 Tahuna tidak berhenti pada satu bidang saja.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat diperluas ke bidang-bidang lainnya agar warga binaan semakin produktif dan siap kembali ke masyarakat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kalapas Tahuna turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak SMKN 3 Tahuna atas dukungan dan dedikasi dalam mendukung program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Kepala Sekolah dan seluruh jajaran SMKN 3 Tahuna atas kerja sama yang telah terjalin. Semoga kolaborasi ini berjalan berkelanjutan dan memberikan hasil yang optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Tahuna, Mariana Fransisca Pangandaheng, berharap warga binaan dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh.
“Semoga pelatihan ini menjadi bekal berharga bagi warga binaan, menumbuhkan rasa percaya diri, serta menjadi langkah awal untuk hidup lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. Harapan kami, peserta dapat mengikuti pelatihan hingga selesai dan
memperoleh hasil maksimal,” ungkapnya.
Kerja sama ini menjadi momentum penguatan sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan Lapas Tahuna dalam mendorong pembinaan kemandirian warga binaan berbasis kompetensi dan keterampilan nyata. (Ivan)






















