Kadis Pendidikan Sangihe Tegaskan Peran Guru dan Sekolah Katolik Menuju Indonesia Emas 2045

124
Istimewa

SANGIHE – Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Dra. Julin Manangkalangi, menegaskan bahwa guru memegang peranan kunci dalam menyiapkan anak-anak didik sebagai bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.

Penegasan tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Perayaan Syukur 95 Tahun SD Katolik Spes Patriae dan 53 Tahun TK Katolik Santa Theresia Manganitu.

Menurut Julin Manangkalangi, sekolah-sekolah Katolik telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di Kepulauan Sangihe.

Kontribusi itu tidak hanya terlihat dari capaian akademik, tetapi juga dari pembentukan karakter, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan.

“Generasi Emas 2045 tidak hanya membutuhkan anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat, beretika, beriman, dan memiliki kepedulian sosial. Di sinilah peran besar para guru,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa guru merupakan arsitek masa depan bangsa yang bekerja jauh sebelum hasilnya tampak. Melalui ketekunan, kesabaran, dan keteladanan, para guru meletakkan fondasi bagi anak-anak agar mampu menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Dalam kesempatan itu, Julin menilai SD Katolik Spes Patriae dan TK Katolik Santa Theresia Manganitu telah mengambil bagian strategis dalam menyiapkan generasi yang kelak menjadi tulang punggung pembangunan daerah dan bangsa.

“Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, tetapi pembentuk karakter dan penanam nilai. Apa yang ditanam hari ini, akan dituai bangsa ini pada tahun 2045,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri di kedua sekolah tersebut, baik yang masih aktif maupun yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya.

Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada Retno Laodini, yang selama sepuluh tahun mengabdikan diri sebagai operator sekolah di SD Katolik Spes Patriae.

“Ibu Retno Laodini adalah contoh nyata pengabdian yang tulus dalam dunia pendidikan. Sepuluh tahun mengabdi dengan setia, dan hari ini patut kita syukuri karena beliau telah lulus sebagai P3K dan bertugas di Inspektorat Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkapnya.

Ia berharap perjalanan pengabdian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk terus berkarya dengan dedikasi dan integritas.

Pada bagian akhir sambutannya, Julin Manangkalangi menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, Gereja, dan orang tua.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan para guru, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Menutup sambutan, ia berharap SD Katolik Spes Patriae dan TK Katolik Santa Theresia Manganitu terus menjadi rumah pendidikan yang aman, ramah, dan bermutu, serta melahirkan lulusan yang siap berkontribusi bagi daerah dan bangsa.

“Semoga para lulusan sekolah ini menjadi generasi yang membanggakan keluarga, Gereja, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe, generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (IvAn)