Sekot Manado Dampingi Wali Kota Andrei Angouw Terima Pimpinan GMAHK

186
Seketaris Kota Manado pose ersama usai Silahturami dengan pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Konferens Manado dan Maluku Utara (DKMMU). (ist)

MANADO – Walikota Manado Andrei Angouw menerima kunjungan silaturahmi pimpinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Daerah Konferens Manado dan Maluku Utara (DKMMU) periode pelayanan 2025–2030, Rabu (28/01/26).

Kunjungan tersebut merupakan pertemuan perdana pimpinan Officers GMAHK DKMMU yang baru terpilih dalam Sidang Konferensi Lima Tahunan yang diselenggarakan di Kampus Universitas Klabat (UNKLAB), Airmadidi.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Konferens Pdt Deyl Supit MTh, Sekretaris Eksekutif Pdt Edwin Abuno MMin serta Bendahara Lefrand Pasuhuk MBA didampingi Pdt Jim Mamarimbing M.Fil yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Badan Kerja Sama Antar Umat Beragama (BKSAUA) Kota Manado.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, akrab dan penuh kesejukan. Canda dan gelak tawa beberapa kali mewarnai dialog, mencerminkan hubungan yang terbuka, harmonis dan saling menghargai antara Pemerintah Kota Manado dan pimpinan gereja.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Andrei Angouw menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan GMAHK DKMMU yang baru terpilih.

Ia juga menitipkan pesan agar seluruh warga GMAHK terus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan, sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan wajah Kota Manado yang bersih, indah dan nyaman.

Walikota turut mengapresiasi GMAHK sebagai organisasi gereja yang memiliki jaringan luas hingga tingkat global.

Ia menilai warga Gereja Advent dikenal memiliki tingkat intelektualitas yang baik, terbuka terhadap perubahan, serta mampu mendukung kebijakan pemerintah demi kemajuan Kota Manado.

Lebih lanjut, Walikota berharap sinergi antara Pemerintah Kota Manado dan GMAHK dapat terus terjalin dalam mendukung Visi dan Misi AARS, khususnya program – program pro rakyat, termasuk kepedulian terhadap masyarakat miskin ekstrim.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat 112 apabila membutuhkan bantuan di rumah maupun di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Konferens GMAHK DKMMU, Pdt Deyl Supit menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari warga Kota Manado yang terus bertumbuh dan berkembang.

Ia mengapresiasi penataan kota yang semakin baik serta kondisi Manado yang dalam beberapa tahun terakhir terbebas dari banjir.

Menurutnya, hal tersebut berdampak positif terhadap perputaran ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk warga Gereja Advent.

Pdt Deyl juga menyoroti perhatian Pemerintah Kota Manado terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini semakin terfasilitasi melalui berbagai ruang dan spot ekonomi kreatif, seperti kawasan “Sun Bae” dan sejumlah lokasi lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pdt Deyl turut memperkenalkan Pdt Jim Mamarimbing yang telah dipercaya oleh Komite Eksekutif GMAHK DKMMU sebagai Koordinator Filantropi dan ASI (Adventist Laymen’s Services & Industries).

Melalui peran tersebut, Gereja Advent mengoordinasikan para pelaku usaha, aparatur sipil negara, serta profesional sesuai bidang keahlian masing – masing untuk mendukung program – program gereja sekaligus berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergitas antara gereja dan pemerintah, guna menjaga Kota Manado tetap sebagai kota yang toleran, harmonis, dan inklusif.

Menutup perjumpaan, Sekretaris Eksekutif GMAHK DKMMU, Pdt Edwin Abuno, mewakili seluruh pimpinan gereja, menyampaikan doa khusus bagi Walikota dan keluarga, serta bagi jalannya pemerintahan Kota Manado agar terus diberkati, maju dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Sebagai tanda kasih dan persahabatan, pimpinan GMAHK DKMMU menyerahkan kenang – kenangan berupa sejumlah buku yang memperkaya wawasan tentang kesehatan serta pandangan Gereja Advent.
Diketahui, GMAHK DKMMU mengusung

slogan “Great DKMMU: Sehati Terbuka, Sehat Berbuah”, dengan semangat kerja 3K: Kebersamaan, Keterbukaan, dan Ketaatan, sebagai komitmen pelayanan bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. (***/Adv)