PLN Bersama KESDM Salurkan Bantuan Pasang Baru Listrik bagi 968 Keluarga di 3 Kabupaten

2
Istimewa

LUWUK– PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Luwuk sukses merealisasikan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sepanjang tahun 2025.

Sebanyak 968 keluarga prasejahtera di tiga wilayah kabupaten, yakni Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep), dan Banggai Laut (Balut) kini resmi menikmati akses listrik mandiri.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PLN untuk mewujudkan energi berkeadilan hingga ke pelosok negeri, khususnya di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki tantangan geografis.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar urusan teknis penyambungan kabel, melainkan upaya besar dalam menggerakkan roda ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Listrik adalah jantung dari pembangunan dan kesejahteraan. Target PLN bukan sekadar mengejar angka capaian, melainkan memastikan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui akses energi yang andal dan terjangkau.

“Dengan hadirnya listrik di rumah-rumah warga prasejahtera, kita sedang membuka pintu gerbang menuju kemandirian ekonomi dan pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ungkap Usman.

Ia menambahkan bahwa PLN berkomitmen penuh untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan Rasio Elektrifikasi (RE).

“Kami menyadari bahwa akses listrik adalah hak dasar. Oleh karena itu, PLN akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam kegelapan,” tambahnya.

Seluruh penerima manfaat dalam program ini telah melalui proses verifikasi lapangan yang ketat oleh Direktorat Ketenagalistrikan serta Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa bantuan jatuh ke tangan yang tepat sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Ketua Tim dari Direktorat Ketenagalistrikan dan Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Rianto Widodo, memberikan apresiasinya atas kolaborasi solid yang ditunjukkan oleh PLN di lapangan.

Program BPBL ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat prasejahtera mendapatkan akses listrik yang layak, aman dan andal.

“Kami mengapresiasi dukungan PLN yang telah bersinergi dengan baik dalam pelaksanaan program ini. Proses penyaluran dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan pengawasan langsung guna menjamin ketepatan sasaran,” jelas Rianto.

Keamanan instalasi juga menjadi prioritas utama dalam penyaluran ini. Setiap rumah yang mendapatkan bantuan telah dilengkapi dengan Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk memastikan bahwa instalasi listrik di dalam rumah aman bagi penghuninya.

Senada dengan hal tersebut, Manager PLN UP3 Luwuk, Ridwan Bogie Rismawan, menegaskan pentingnya keberlanjutan dari akses energi ini.

“Melalui BPBL, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses listrik, tetapi juga merasakan manfaatnya secara berkelanjutan. Karena itu, seluruh instalasi wajib memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan demi keselamatan pelanggan,” tegasnya.

Dampak dari kehadiran listrik mandiri ini mulai dirasakan oleh warga. Anak-anak kini dapat belajar dengan penerangan yang memadai pada malam hari, dan para pelaku usaha kecil kini memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas mereka melalui penggunaan alat elektronik.

Ke depan, PLN UID Suluttenggo bersama Kementerian ESDM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program elektrifikasi.

Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya target 100% rasio elektrifikasi di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, sehingga listrik benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat. (*/ben)