MANADO – Gubernur Yulius Selvanus, menghadiri buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulut di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Senin (2/3/2026).
Didampingi Ketua TP-PKK Sulut Anik Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, kehadiran gubernur bukan sekadar memenuhi agenda resmi.
Ia datang membawa pesan yang lebih dalam: merawat persatuan di tengah keberagaman.
Bulan suci Ramadhan diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang hangat di Sulawesi Utara.
Suasana penuh kekeluargaan terasa kental. Para tokoh masyarakat, sesepuh KKSS hingga generasi muda duduk berdampingan.
Tak ada sekat. Tak ada jarak. Hanya kebersamaan yang menyatu dalam doa dan harapan.
Gubernur menyampaikan penghargaan kepada warga KKSS yang dinilainya telah menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial di Sulut.
Menurutnya, keberagaman bukan sekadar fakta sosial, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat.
“Saya bangga karena KKSS ikut menjadi perekat persaudaraan. Sulawesi Utara ini rumah besar kita bersama. Di sini, kita tumbuh dalam semangat saling menghargai,” ujarnya.
Ia menegaskan, Sulut yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai telah lama menjadi contoh toleransi nasional.
Ramadhan mengajarkan nilai kepedulian, empati dan gotong royong sebagai nilai-nilai yang sejalan karakter masyarakat Sulut.
Bagi Yulius Selvanus, buka puasa bersama bukan sekadar seremoni tahunan.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah hanya bisa berjalan kuat bila fondasinya adalah persatuan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas perantau seperti KKSS, untuk terus bersinergi mendukung kemajuan daerah.
“Kebersamaan kita hari ini adalah cerminan Sulawesi Utara yang damai. Mari kita jaga suasana ini, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang waktu,” tegasnya.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan, pesan gubernur tersebut terasa menyentuh banyak hati.
Ramadhan di Manado malam itu bukan hanya tentang berbuka puasa, tetapi tentang meneguhkan kembali satu keyakinan bahwa Sulawesi Utara tetap kokoh sebagai tanah persaudaraan.
Ditengah hangatnya kebersamaan itu, Gubernur Yulius Selvanus kembali menguat sebagai figur pemersatu.
YSK pemimpin yang hadir bukan hanya dalam kebijakan, tetapI denyut kehidupan masyarakatnya.(*/ben)
























