MANADO – Prestasi membanggakan ditorehkan Politeknik Negeri Manado (Polimdo). Tim TerraSight AI dari Polimdo berhasil lolos ke babak final kompetisi internasional bergengsi bertajuk AI + Machinery.
Pencapaian ini menempatkan Polimdo di peringkat 12 dunia dan menjadi satu-satunya perwakilan dari Sulawesi Utara yang akan memperebutkan juara 1, 2, dan 3 tingkat global.
Inovasi yang dikembangkan tim Polimdo berjudul “TerraSight AI — Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations”.
Sistem ini dirancang untuk memantau volume pekerjaan tanah secara otomatis menggunakan kecerdasan buatan, sebuah terobosan yang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan industri konstruksi dan pertambangan modern.
Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian tersebut.
“Mohon dukungan doa, Tim TerraSight AI Polimdo go to final ke China. Puji Tuhan. Peringkat 12 dunia untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Dari wilayah Indonesia, hanya empat tim yang berhasil menembus babak final dunia, yaitu:
– PT Gaya Makmur Tractor dengan Distributor Lean Operations Agent.
– Politeknik Negeri Banyuwangi dengan TerraCortex – Smart Machine Brain for Excavators.
– President University dengan Aegis-HANYUN: Telemetry Monitoring System.
– Politeknik Negeri Manado dengan TerraSight AI.
Kompetisi ini mempertemukan inovator dari berbagai negara maju seperti Hong Kong, Austria, Turki, Inggris, Jerman, Australia, Uzbekistan, dan Indonesia.
Untuk tahap selanjutnya, Polimdo diminta menyiapkan dua perwakilan tim yang akan diberangkatkan ke Xuzhou, China, pada 29 Oktober 2026 untuk mengikuti presentasi final secara langsung.
Pencapaian ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, termasuk alumni Polimdo. Jein Senkandai, seorang alumni, mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara untuk memberikan dukungan.
“Selamat untuk Polimdo! Mari kita semua warga Sulawesi Utara berikan doa dan dukungan agar Tim TerraSight AI Polimdo bisa membawa pulang juara dunia dari China!” harapnya.
Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat nama Polimdo, tetapi juga membuktikan kapasitas sumber daya manusia vokasi di Indonesia dalam bersaing di kancah teknologi global, khususnya dalam integrasi AI dan mesin berat. (don)






















