Di Hari Lahir Pancasila, Bupati Michael Thungari Warning Seluruh OPD Sangihe

43
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari. (Foto : ist)

SANGIHE – Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (1/6/2026), tak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga menjadi momen penting bagi Bupati untuk memberi sejumlah penegasan kepada jajaran ASN dan perangkat daerah.

Upacara yang dipusatkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sangihe itu dirangkaikan dengan apel kerja perdana ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Thungari membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Di hadapan peserta upacara, Thungari menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat penting untuk terus menjaga nilai persatuan dan kebangsaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

“Tema tahun ini Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pegangan dalam menjaga persatuan dan menciptakan keadilan,” ujar Thungari.

Menurutnya, di tengah perkembangan dunia yang semakin cepat dan kondisi global yang terus berubah, Pancasila tetap menjadi dasar moral bangsa Indonesia.

Usai upacara, Bupati langsung memberikan sejumlah arahan kepada seluruh ASN dan pimpinan OPD. Ia meminta seluruh perangkat daerah lebih serius dalam menjalankan program pemerintahan dan memperkuat pengawasan.

Thungari juga mengapresiasi OPD yang telah menyusun laporan keuangan daerah secara tertib dan akuntabel.

Namun, ia mengingatkan bahwa memasuki pertengahan tahun 2026, seluruh pimpinan OPD harus segera menyiapkan dokumen evaluasi program dan kegiatan.

Tak hanya itu, Inspektorat Daerah juga diminta lebih proaktif dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program maupun penggunaan anggaran daerah.

Sorotan lain disampaikan terkait persiapan pemilihan kepala kampung. Bupati menegaskan agar tidak terjadi kekosongan pimpinan saat masa jabatan kepala kampung berakhir.

Karena itu, OPD dan instansi terkait diminta segera menyiapkan ASN yang dinilai memiliki kapasitas, kompetensi, dan integritas untuk ditugaskan sebagai pejabat Kapitalaung pada masa transisi pemerintahan kampung.

Menurut Thungari, ASN yang nantinya dipercaya mengisi jabatan tersebut juga perlu mendapat pembinaan agar roda pemerintahan kampung tetap berjalan maksimal. (IvAn)