Perayaan Bonsdag Menjadi Simbol Soliditas dan Kesatuan Hati Seluruh Umat GPdI di Sulut

112
Ketua Umum Majelis Pusat (MP) GPdI, Pdt Dr Johnny Weol M.Th MM saat memimpin Perayaan Bonsdag. (ist)

‎MINAHASA UTARA – Ribuan hamba Tuhan dan warga Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dari seluruh wilayah Sulawesi Utara memadati Pantecostal Camping Ground (PCG) Klabat, Pinili, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (25/05/2026).
‎
‎Kehadiran massa yang masif ini dalam rangka mengikuti Ibadah Agung Hari Pantekosta atau yang akrab disebut sebagai perayaan Bonsdag.
‎
‎​Perayaan iman tahun ini berlangsung sangat khidmat dan istimewa karena dipimpin langsung oleh Ketua Umum Majelis Pusat (MP) GPdI, Pdt Dr Johnny Weol, M.Th MM.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus diwakili Kadis Sosial Wanda Leza Cicilia Musu, ME SE hadir beserta jajaran pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
‎
‎​Dalam khotbahnya, Ketua Umum MP GPdI, Pdt. Johnny Weol, menekankan pentingnya menjaga esensi hari Pantekosta sebagai momentum pencurahan Roh Kudus yang memberikan kuasa untuk melayani dan menjadi saksi Kristus.
‎
‎​Bonsdag bukan sekadar momentum seremonial tahunan, melainkan waktu bagi kita semua untuk menyalakan kembali api roh kudus.

“GPdI harus terus bergerak, bersinergi, dan menjadi terang yang membawa dampak positif bagi pembangunan kerohanian bangsa,” ujar Pdt. Johnny Weol di hadapan ribuan jemaat yang memadati area PCG Klabat.
‎
‎​Kadis Sosial Sulut Wanda Leza Cicilia Musu ME SE yang mewakili Gubernur dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas peran aktif GPdI dalam menjaga keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di bumi Nyiur Melambai.
‎
‎​Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung kegiatan keagamaan yang membangun mental dan spiritual masyarakat.
‎
‎​”Selamat merayakan Hari Pantekosta Kedua kepada seluruh warga GPdI. Kami melihat GPdI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas, kedamaian, dan kerukunan di daerah ini. Mari kita terus bergandengan tangan membangun Sulawesi Utara yang maju dan sejahtera,” demikian sambutan gubernur.
‎
‎​Apresiasi senada juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang menyambut baik dipilihnya PCG Klabat Pinili sebagai pusat perayaan agung ini, yang dinilai turut menggerakkan dinamika positif di wilayah Minahasa Utara.
‎
‎​Sinergi Pelayanan yang Solid

Ibadah Agung Bonsdag 2026 ini juga menjadi momentum konsolidasi yang kuat bagi Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, para pengurus wilayah, hingga seluruh Gembala Sidang.
‎
‎​Meskipun dihadiri oleh ribuan umat, jalannya acara berlangsung dengan sangat tertib, aman, dan penuh sukacita. Kelancaran arus lalu lintas dan keamanan di sekitar lokasi PCG Klabat berhasil terjaga dengan baik berkat koordinasi solid antara Panitia Pelaksana, Satgas GPdI, dan aparat kepolisian setempat.
‎
‎Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt Yvonne Awuy-Lantu, menyambut hangat kehadiran seluruh elemen yang hadir.
‎
‎”Perayaan Bonsdag tahun ini menjadi simbol soliditas dan kesatuan hati seluruh komponen GPdI di Sulawesi Utara, mulai dari jajaran penasihat, pengurus harian, hingga para gembala sidang di pelosok daerah,” kata Pdt Yvonne.
‎
‎​Apresiasi tinggi juga disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Pdt Herry Moningkey, dalam laporan kegiatannya.
‎
‎”Kami berterima kasih kepada seluruh panitia, pemerintah setempat, aparat keamanan, serta seluruh jemaat yang telah bekerja sama menjaga ketertiban, sehingga acara berskala besar di PCG Klabat Pinili ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh sukacita sejak awal hingga selesai,” ucapa Pdt Moningkey.
‎
‎​Ibadah Agung Bonsdag 2026 ditutup dengan doa berkat bagi tanah Sulawesi Utara dan bangsa Indonesia, serta komitmen bersama jemaat untuk kembali ke ladang pelayanan dengan semangat baru yang digerakkan oleh kuasa Roh Kudus. (*/ben)
‎