MANADO – Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi Utara saat ini masih tergolong rendah.
Dari total alokasi 74.032 ton, penyaluran baru mencapai 10.560 ton atau sekitar 14,26%.
Senior Manager Regional 4B PT Pupuk Indonesia (Persero), Endah Wulansari, menjelaskan alokasi pupuk subsidi di Sulut terbagi ke dalam dua sektor yaitu Sektor pertanian 73.817 ton dan perikanan 215 ton dengan total 74.032 ton.
Jenis pupuk subsidi yang tersedia meliputi urea, NPK Phonska, pupuk organik serta SP-36 untuk sektor perikanan.
Sulawesi Utara tidak mendapatkan alokasi pupuk ZA karena jenis tersebut dikhususkan bagi tanaman tebu, sementara di Sulut belum ada petani yang membudidayakan komoditas itu.
Endah mengakui rendahnya realisasi karena beberapa faktor, baik Alokasi tinggi dengan jumlah petani yang terdaftar dalam e-RDKK besar, sehingga jatah dari pemerintah juga besar.
Kemudian keterbatasan Validasi RDKK yang tervalidasi jadi kendala optimalisasi penyaluran.
“Alokasi memang cukup tinggi karena jumlah petani terdaftar besar, namun realisasinya masih rendah jika dibandingkan dengan total alokasi,” jelasnya saat media gathering di Manado, Jumat (17/04).
PT Pupuk Indonesia berharap distribusi pupuk subsidi dapat lebih optimal seiring perbaikan data dan peningkatan penyerapan oleh petani di daerah. (*/ben)





















