Langkah Nyata Kabupaten Sangihe: Deklarasi Stop BABS Dimulai dari Kampung Nanedakele

177
Michael Thungari. (ist)

SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menunjukkan keseriusannya dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit akibat sanitasi yang tidak layak.

Pada Rabu, 23 Juli 2025, dilaksanakan pencanangan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Kampung Nanedakele, Kecamatan Nusa Tabukan.

Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Michael Thungari SE MM didampingi oleh Wakil Bupati Tendris Bulahari.

Dalam kegiatan ini juga hadir Ketua TP PKK Kabupaten Sangihe, Ny. Cherry Thungari Soeyoenus, S.E., serta Sekretaris TP PKK, Ny. Agnes Bulahari Walukow, S.E., sebagai bentuk dukungan dari organisasi perempuan terhadap upaya peningkatan sanitasi keluarga di wilayah tersebut.

Deklarasi ini menjadi bagian dari pelaksanaan Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang digalakkan oleh Dinas Kesehatan.

Ada empat kampung yang ditetapkan sebagai lokasi awal penerapan program ini: Kampung Nanedakele, Nanusa, Bukide, dan Bukide Timur.

Masyarakat di masing-masing kampung akan didampingi langsung oleh petugas kesehatan dari Puskesmas, dengan dukungan pemerintah kampung dan Majelis Tua Kampung (MTK).

“Pembangunan manusia tidak kalah penting dibandingkan pembangunan infrastruktur. Kesehatan adalah pondasi utama kemajuan daerah,” tegas Bupati Michael dalam sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan lintas sektor untuk bersama-sama berperan aktif, mulai dari aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, pemuda, hingga para kader di tingkat kampung.

Menurut Bupati, perubahan menuju hidup bersih harus menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sangihe, Handry Pasandaran, mengingatkan bahwa kegiatan deklarasi ini bukan sekadar seremoni.

“Ini adalah pemicu perubahan pola pikir masyarakat untuk hidup lebih sehat. Program ini tidak akan berhasil tanpa dukungan aktif dari warga,” ujarnya

Dalam momen deklarasi tersebut, turut disosialisasikan lima pilar utama dari STBM, yaitu:

– Cuci tangan pakai sabun

– Pengelolaan air minum dan makanan

– Pengelolaan sampah rumah tangga

– Pengelolaan air limbah cair

– Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)

Sebagai bentuk pendekatan yang menyeluruh, pemerintah juga menggelar pasar murah dan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Ratusan warga, terutama para ibu rumah tangga dan lansia, dengan antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda, termasuk anggota DPRD Sangihe Tony Mandak dan Herman Lahungkondo. Hadir pula para pejabat dari Dinas Sosial, Perhubungan, Perindag, Dinas Nakertrans, dan Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna.

Selain unsur pemerintah, tampak pula kehadiran tokoh-tokoh penting lainnya seperti Kapitalauung, tokoh agama, kader kesehatan, dan Forkopimcam.

Kehadiran mereka mencerminkan sinergi yang kuat antar elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Sejumlah warga bahkan sudah mulai membangun jamban sehat secara mandiri sebagai bentuk kesadaran terhadap pentingnya perilaku sanitasi yang baik.

Dengan terjalinnya kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat, Deklarasi Stop BABS diharapkan mampu menciptakan generasi Sangihe yang lebih sehat, bermartabat, dan berdaya saing di masa mendatang. (IvAn)