Pameran Pendidikan Ayo Kuliah di Malaysia di Manado, EMGS hadirkan 7 Universitas dan Sekolah Internasional

28
Perwakilan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) memberikan informasi program studi kepada para pelajar pada pameran pendidikan Ayo Kuliah di Malaysia di Manado, Rabu (14/10/2026). (foto istimewa)

Manado, arenapost.id – Manado termasuk satu dari 15 kota di Indonesia yang menjadi pengirim mahasiswa internasional ke perguruan tinggi di Malaysia.

Karena faktor tersebut, Education Malaysia Global Services (EMGS) Ministry of Higher Education menggelar Ayo Kuliah di Malaysia di Manado.

Kegiatan yang melibatkan ratusan pelajar dari sejumlah SMA, SMK sederajat ini berlangsung di Courtyard by Marriott Manado, Rabu 14 Oktober 2026.

EMGS membawa enam perguruan tinggi dan satu sekolah international dalam seminar dan pameran pendidikan tersebut.

Rinciannya, Universiti Tunjukkan Abdul Rahman; Universiti Sains Islam Malaysia Asia Pacific Universiti Of Technology and Innovation; Universiti Malaya; Sayfol International School; MMU Multimedia University dan MDIS Malaysia International College.

EMGS datang ke Manado untuk memberikan informasi dan akses langsung terkait peluang kuliah di Malaysia.

Para siswa mendapatkan informasi langsung terkait jurusan, program studi, biaya kuliah hingga kebutuhan tempat tinggal langsung dari perwakilan universitas.

Head of Southeast Asia & Oceania Marketing, Communication, and Branding EMGS, En. Megat Mohd Samsul bilang, Manado dilirik karena secara kontinyu ada mahasiswa internasional dari daerah ini di Malaysia.

Ia mengungkapkan tiga alasan utama kenapa memilih kuliah di Malaysia. “Kita bertangga, terjangkau biayanya dan diakui.

“Malaysia memiliki lima universitas yang masuk top 100 perguruan tinggi di dunia. Sama dengan Prancis,” kata Syamsul.

Sejauh ini, ada hampir 12 ribuan mahasiswa asal Indonesia di Malaysia. Sebagian di antaranya, sekitar 500-an mahasiswa berasal dari Sulawesi Utara.

Mereka termasuk dalam 180 ribuan mahasiswa internasional dari berbagai negara di Malaysia.

“Total alumni perguruan tinggi Malaysia asal Indonesia sudah lebih dari 100 ribu. Satu di antaranya Pak Menko Prof Yuzril Ihza Mahendra dan kepala daerah,” katanya.

Dengan kehadiran EMGS dan perwakilan perguruan tinggi, calon mahasiswa dapat menggali pilihan program studi sekaligus memahami berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan sebelum berkuliah di luar negeri.

Bagi orang tua, kesempatan bertemu langsung dengan perwakilan universitas juga membantu memperoleh gambaran mengenai komponen pembiayaan pendidikan dan akomodasi.

Mewakili Pemerintah Daerah, Plh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara, Bravo Turangan mengatakan, kolaborasi dengan EMGS bisa menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

“Salah satu tujuan pendidikan dasar ialah mempersiapkan peserta didik ke jenjang selanjutnya.

“Peluang kuliah di Luar Negeri termasuk Malaysia terbuka lebar. Peluang masa depan yang lebih baik bisa diwujudkan dengan belajar di luar negeri,” katanya.

Menurutnya, inisiatif EMGS menggelar pameran pendidikan ini menjadi peluang untuk pengembangan akademik lebih besar di masa akan datang.

Kerja Sama Pengembangan Akademik

Bersamaan dengan pameran pendidikan ini, EMGS membuka peluang kerja sama pengembangan akademik antara perguruan tinggi di Manado dan Malaysia.

Bentuk peluang kolaborasi yang bisa mencakup penelitian bersama, publikasi ilmiah bersama serta program pertukaran dan mobilitas mahasiswa.

Peluang ini memungkinkan hubungan antarkampus berkembang melampaui kegiatan promosi dan penerimaan mahasiswa baru.

Dengan demikian, kerja sama pendidikan yang dibahas tidak hanya berorientasi pada siswa yang ingin menempuh studi di Malaysia.

Perguruan tinggi di Manado juga berpeluang menjajaki kegiatan akademik bersama dengan institusi pendidikan Malaysia melalui berbagai bentuk kolaborasi. (red)