
MANADO – Untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) terus diperkuat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melalui penerapan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) yang lebih optimal.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Workshop Penguatan PPI di Rumah Sakit Hub yang digelar di Ruang Diklat RSUP Kandou, Kamis (8/10/2026), bersama jajaran Kementerian Kesehatan RI dan tim.
Kegiatan dibuka Direktur Utama RSUP Kandou Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, yang diwakili Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Yune Laukati, MARS. Turut mendampingi Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Sp.B-TKV(K).
Turut hadir Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, yang diwakili dr. Tri Wahyu Kusumawati, MARS, bersama tim.
Kehadiran jajaran Kementerian Kesehatan tersebut turut memperkuat pelaksanaan workshop sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan penguatan PPI di rumah sakit hub.
Dalam sambutannya, dr. Yune Laukati menyampaikan bahwa penguatan PPI menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kepada bayi dan neonatus berlangsung aman, bermutu dan sesuai standar.
Menurut Direktur Yune Laukati, penerapan PPI yang baik sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya infeksi yang dapat meningkatkan risiko kesakitan maupun kematian pada bayi dan neonatus, terutama bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif.
“Workshop ini bertujuan memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit guna mendukung upaya menurunkan angka kematian bayi dan neonatus,” ujar Yune.
Ia menjelaskan, sejumlah materi penting menjadi pembahasan dalam workshop tersebut. Di antaranya penerapan pencegahan infeksi di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), dispensasi aseptik, tahapan pembersihan inkubator, serta validasi IPC-AF, IKRA dan IPC-NICU.
”Materi tersebut diharapkan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh petugas dalam memberikan pelayanan kepada pasien,”
Lebih lanjut dr Yune menuturkan bahwa Workshop yang berlangsung selama dua hari ini juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke ruang NICU.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan PPI sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperkuat.
“Hasil kunjungan lapangan selanjutnya akan menjadi bahan dalam merumuskan rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang aplikatif dan dapat diterapkan dalam pelayanan,” tuturnya.
RSUP Kandou sebagai rumah sakit hub terus mendorong penguatan kualitas pelayanan melalui penerapan standar keselamatan pasien, termasuk pengendalian infeksi.
Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang aman, khususnya bagi bayi dan neonatus yang membutuhkan perawatan intensif.
Melalui workshop tersebut, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman antara rumah sakit dan Kementerian Kesehatan dalam memperkuat penerapan PPI, sehingga pelayanan kepada bayi dan neonatus semakin aman, efektif dan bermutu. (ben)




















