
JAKARTA – Usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri baru di Istana Negara, Kamis (1/10/2026), Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung menyoroti isu pemberantasan bekingan tambang ilegal.
Kapolri yang sebelumnya menjabat Kepala BNN RI dan merupakan lulusan Akpol 1994 itu menegaskan, tidak ada tempat bagi oknum kepolisian yang menjadi backup atau beking tambang ilegal.
Komitmen ini dipertegas menyusul instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan secara terbuka dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI tanggal 14 Agustus 2206.
Presiden Prabowo kala itu memerintahkan Kapolri bersama Panglima TNI untuk mengusut tuntas keterlibatan oknum aparat yang menjadi pelindung atau beking di balik maraknya tambang ilegal.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, Polri harus bersih dan tegas. Tidak ada lagi beking-membekingi tambang ilegal. Siapa pun yang terlibat, akan ditindak,” tegas Kapolri Suyudi Ario Seto usai pelantikan.
Penegasan ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas praktik tambang ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.
Diketahui, Wakapolri Komjen Pol Wahyu Hadiningrat (Akpol 1992) yang turut dilantik, sebelumnya menjabat Astamarena Kapolri, akan fokus pada pembenahan internal dan pengawasan.
Rangkaian pelantikan yang dihadiri Wapres Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih ini menjadi sinyal kuat reformasi di tubuh Polri.
Terutama, dalam pemberantasan mafia tambang yang selama ini kebal hukum karena dibekingi oknum. (ben)




















