MANADO – Meski diterpa isu viral di media sosial terkait dugaan penyimpangan anggaran, Dirut RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K)., FIHA., MARS., M.Kes, memilih tetap fokus bekerja.
Ia menegaskan komitmennya menjaga integritas dan memastikan RSUP Kandou terus berkembang sebagai rumah sakit rujukan terbaik.
Dirut Starry Rampengan kepada awak media, Selasa (28/7), menegaskan dirinya tidak ingin larut dalam polemik.
“Saya secara tegas membantah tuduhan yang beredar terkait dugaan penyimpangan anggaran dan memastikan seluruh pengelolaan keuangan rumah sakit dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku serta berada dalam pengawasan lembaga yang berwenang,” tegasnya.
Bagi Prof. Starry, jawaban terbaik bukan sekadar membantah.
“Jawaban yang sesungguhnya adalah bekerja dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat yang datang mencari kesembuhan di RSUP Kandou,” ujarnya.
“Kalau Tuhan yang menempatkan saya di posisi ini, maka saya harus mempertanggungjawabkannya dengan bekerja benar. Tantangan pasti ada, tetapi saya percaya Tuhan juga yang akan menolong saya melewatinya,” ungkapnya.
Setahun lebih menjabat, berbagai pembenahan terus dilakukan:
1. Pelayanan IGD diperkuat
2. Sistem antrean rawat jalan & pengambilan obat ditata agar lebih tertib
3. Fasilitas diperbaiki: plafon, sanitasi, hingga instalasi pendingin ruangan
4. Peralatan medis juga dibenahi untuk meningkatkan mutu pelayanan
“Pembenahan ini bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” lanjutnya.
Prof. Starry menyadari tidak semua perubahan diterima semua pihak. Namun hal itu tidak menyurutkan langkahnya.
“Yang terpenting bagi saya adalah masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Itu yang selalu menjadi tujuan kami,” katanya.
Sebagai rumah sakit rujukan nasional di Indonesia Timur, RSUP Kandou melayani ribuan pasien setiap hari dari berbagai daerah. Karena itu peningkatan kualitas pelayanan tidak boleh berhenti karena tekanan atau opini.
“Masyarakat dapat menilai kepemimpinan dari hasil kerja dan perubahan yang dirasakan langsung saat menerima layanan kesehatan, bukan semata dari informasi di media sosial”.
“Jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan kejujuran, profesionalisme, dan nilai-nilai moral,” pungkas Dirut Starry Rampengan. (*ben)






















