Resmi Beroperasi, PT BNSI di IGIP Morowali Pakai Teknologi HPAL Terbesar di Dunia

20
Jajaran pejabat dan investor melakukan pemotongan pita dalam acara Autoclave Delivery Ceremony PT BNSI di Morowali dengan backdrop tulisan HPAL Autoclave 1268 m3. (ist(

MOROWALI – PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) resmi beroperasi di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa (22/7/2026).

Proyek hilirisasi nikel ini mengusung teknologi hijau dan menyerap lebih dari 88.000 tenaga kerja.

PT BNSI merupakan konsorsium EcoPro Korea, GEM Co. Ltd Tiongkok, PT Vale Indonesia, SmartC Singapura, dan mitra lain.

Perusahaan ini mengembangkan pengolahan bijih nikel dengan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) berkapasitas 1.268 meter kubik, salah satu yang terbesar di dunia.

Teknologi HPAL menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik dengan pendekatan industri rendah emisi karbon. PT BNSI juga telah mendapat fasilitas Kawasan Berikat dari Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara.

Peresmian dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Dubes Korea Yoon Soongu, Wagub Sulteng dr. Reny A. Lamadjido, Chairman GEM Prof. Xu Kaihua, Chairman EcoPro Lee Dong Chae, Dirut MIND ID Maroef Sjamsoeddin, Dirut PT Vale Bernardus Irmanto, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, dan Kakanwil DJBC Sulbagut Zaky Firmansyah.

Chairman GEM Prof. Xu Kaihua mengapresiasi dukungan pemerintah dan DJBC. “Rekan-rekan di Kepabeanan sering bekerja lembur demi menjamin kelancaran proses kepabeanan peralatan. Kepabeanan Indonesia, bagus, luar biasa!” ujarnya.

Menteri Rosan menegaskan kawasan industri ini bentuk komitmen menghadirkan investasi berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi Bea Cukai yang aktif mendukung pengembangan industri.

Data Kawasan Berikat Morowali Semester I 2026:

1. Kemudahan Impor: Penangguhan Bea Masuk & pembebasan pajak senilai Rp13,7 triliun
2. Devisa Ekspor: Rp236 triliun, naik 56% dibanding Semester I 2025 Rp151,8 triliun

“Di balik setiap angka ekspor terdapat cerita tentang tumbuhnya investasi, bergeraknya mesin industri, dan harapan baru bagi masyarakat,” kata *Kakanwil DJBC Sulbagut Zaky Firmansyah*.

Proyeksi IGIP Morowali: Luas 1.500 hektare, investasi USD 10 miliar, nilai produksi tahunan USD 15 miliar, dan menyerap 88.000 tenaga kerja. (don)