Tidak Hanya Fokus Ke Bisnis, Pegadaian Area Manado 1 Kembali Gelar Khitanan Massal

105
Istimewa

‎MANADO – Pegadaian Kanwil V Suluttenggo Malut Papua melanjutkan rangkaian program khitanan massal gratis.
‎
‎Kali ini, Pegadaian Area Manado 1 yang meliputi Pegadaian Syariah melaksanakan Khitanan Massal Gratis Langkah Emas Anak Soleh.
‎
‎Kegiatan sosial berlangsung di kantor wilayah, Jalan Dr Soetomo, Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Manado, Sabtu 11 Juli 2026.
‎
‎Pemimpin Pegadaian Kanwil V, Maksum menjelaskan, khitanan  massal menjadi program tahunan sebagai bentuk kepedulian sosial.
‎
‎”Kami tidak hanya fokus ke bisnis. Kita juga melihat lingkungan sekitar dan membagikan berkah,” ujar Maksum di hadapan anak peserta khitanan  dan orang tua.
‎
‎Selain memberikan fasilitas sunatan gratis, kata Maksum, Pegadaian memberikan fasilitas berupa peralatan sekolah seperti tas, alat tulis dan lain-lain.
‎
‎Lanjut Maksum, khitanan merupakan momen penting bagi anak laki-laki Muslim. Ia bilang, khitanan bersama Pegadaian akan jadi kenangan.
‎
‎”Dua anak laki-laki saya juga dikhitan pada tahun 2013 dalam acara bersama Pegadaian
‎
‎Khitanan akan menjadi sejarah bagi kalian. Karena ini dilaksanakan di Pegasaian dan tak akan pernah lupa.
‎
‎”Anak-anak saya juga tahun 2013 dikhitan di acara Pegadaian yang selalu mereka ingat,” jelasnya.
‎
‎Ia berharap, silaturahmi orangtua dengan anak-anak bersama Pegadaian tak hanya putus di momen ini.
‎
‎”Kitanya bapak ibu terus ingat Pegadaian. Sebagai lembaga keuangan, Pegadaian Syariah punya banyak produk yang bisa jadi solusi keuangan dan investasi,” katanya.
‎
‎Wiwi Daud (25), warga Lawangirung, Kecamatan Wenang sangat bersyukur anaknya Rafasya (7) bisa jadi salah satu peserta.
‎
‎”Alhamdulillah, kegiatan ini sangat membantu kami. Sebab kalau dilaksanakan mandiri, biayanya lumayan. Apalagi ini anak sudah mau masuk sekolah lagi,” ujar perempuan 25 tahun ini.
‎
‎Deputi Bisnis Pegadaian Area Manado 1, Andi Vivin Budi Permana mengatakan kegiatan ini melayani 145 anak. Selain Manado, peserta datang dari Tomohon dan Bolmong Timur.
‎
‎”Pelayanannya kita bagi dua, separuh pagi dan sisanya siang sehingga tidak ada penumpukan,” kata Andi.
‎
‎Bersamaan dengan pelayanan khitanan massal ini, Pegadaian turut mendorong literasi keuangan sejak dini. Setiap anak mendapatkan Tabungan Emas.
‎
‎”Harapannya, orangtua bisa konsisten menyisihkan pendapatan untuk menabung emas yang bisa disiapkan untuk biaya pendidikan anak,” katanya.
‎
‎Ia menjelaskan, TJSL khitanan masal ini digagas PT Pegadaian dan Divisi Syariah melalui Dana Kebajikan Umat (DKU).
‎
‎Ditambahkan, untuk menjamin pelayanan maksimal, Pegadaian menggandeng Synaps klinik resmi di bawah naungan perusahaan.
‎
‎Sebanyak 10 dokter spesialis khitan dari Jakarta, Surabaya, dan Lombok diterjunkan bersama sekitar 25 tenaga medis serta 30 panitia internal. (*/ben)