Nakes dan Dokter RSUD Liun Kendage Tahuna Bergerak Cepat Evakuasi Pasien Saat Gempa Guncang Sangihe

123
Detik-Detik Evakuasi Pasien Saat Gempa Guncang Sangihe, Direktur RSD Liun Kendage Beri Penjelasan. (Foto : IvAn/Ap)

SANGIHE – Respons cepat ditunjukkan tenaga kesehatan, dokter, hingga staf administrasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna saat gempa bumi mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (8/6/2026) pagi.

Begitu gempa pertama terasa sekitar pukul 07.30 WITA, Direktur RSD Liun Kendage Tahuna, Polideng Dalawir, langsung menginstruksikan seluruh petugas rumah sakit untuk mengevakuasi pasien menuju area aman di luar gedung rumah sakit.

Dalawir mengatakan, saat gempa terjadi terdapat pasien yang sedang menjalani perawatan di lantai 2, 3, hingga lantai 4. Di waktu bersamaan, pasien rawat jalan juga mulai berdatangan untuk melakukan pendaftaran pelayanan medis.

“Ketika gempa terjadi, pasien rawat inap berada di beberapa lantai atas, sementara pasien rawat jalan sudah mulai masuk karena pelayanan pagi telah berjalan,” ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kondisi pasien. Pasien yang masih mampu berjalan dievakuasi terlebih dahulu, kemudian pasien pengguna kursi roda, disusul pasien yang menggunakan tempat tidur, hingga pasien yang masih membutuhkan bantuan oksigen.

“Evakuasi dilakukan sesuai kondisi pasien agar semuanya bisa keluar dengan aman dan tertib,” jelas Dalawir.

Ia menambahkan, keterbatasan jumlah perawat yang bertugas saat itu membuat seluruh unsur rumah sakit ikut turun tangan membantu proses penyelamatan pasien.

“Bukan hanya tenaga medis, staf administrasi dan pegawai lainnya juga ikut membantu mendorong pasien keluar gedung karena petugas jaga terbatas,” katanya.

Setelah situasi mulai kondusif, sebagian pasien yang kondisinya memungkinkan sempat dikembalikan ke ruang perawatan. Namun, pihak rumah sakit menempatkan pasien di area dekat akses keluar sebagai langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan.

Menurut Dalawir, gempa susulan memang sempat terjadi setelah evakuasi pertama dilakukan sehingga kewaspadaan seluruh petugas tetap ditingkatkan.

Meski begitu, seluruh proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh pasien berhasil dipindahkan ke lokasi aman hingga pimpinan daerah datang melakukan peninjauan langsung.

“Puji Tuhan semua pasien bisa dievakuasi dengan aman. Setelah itu Pak Sekda datang meninjau, kemudian disusul Pak Bupati bersama unsur Forkopimda,” tuturnya.

Kehadiran Bupati Kepulauan Sangihe disebut memberikan dukungan moral kepada pasien maupun tenaga kesehatan yang masih diliputi kekhawatiran akibat gempa dan potensi gempa susulan.

Selain meminta seluruh pasien dan petugas tetap tenang, Bupati juga mengingatkan agar prosedur keselamatan tetap dijalankan apabila kembali terjadi gempa.

Terkait potensi tsunami, Dalawir menegaskan masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena posisi RSD Liun Kendage berada di kawasan dataran tinggi.

Saat ini sebagian besar pasien telah kembali ke ruang perawatan masing-masing. Namun beberapa pasien masih memilih bertahan di tenda darurat yang didirikan BPBD di halaman rumah sakit.

“Pasien di lantai 3 dan lantai 4 sebagian besar sudah kembali masuk ruangan, sedangkan beberapa pasien di lantai 2 masih memilih berada di tenda darurat,” pungkasnya.(Ivan)