RSUP Kandou Edukasi Deteksi Dini Kanker Serviks di Minahasa

45
Kegiatan edukasi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks digelar di Gereja GMIM El-Jireh Sea Minahasa, Sabtu, 09 Mei 2026. (ist)

MINAHASA – Kegiatan edukasi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks digelar di Gereja GMIM El-Jireh Sea Minahasa, Sabtu, 09 Mei 2026.

Kegiatan yang dimotori Perhimpunan Radiografer Indonesia (PRI) Cabang Sulawesi Utara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Ini dikemas dalam tema “Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Teknologi Radiologi” bekerjasama dengan Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit Kandou.

Narasumber dr. Bismarck Joel Laihad Amd.Rad didampingi Kepala Instalasi Promkes RSUP Kandou Ruslianto Urendeng, SH, Ketua Panitia Christian Yospilando Mbao Amd.Rad serta Ketua BPMJ GMIM El-Jireh Pdt.Ny. Herlina Wongkar – Kapoh, STh.

Kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan memperluas jangkauan skrining, terutama bagi wanita usia subur.

Kegiatan ini sering dilakukan melalui kolaborasi antara Puskesmas, bidan desa, dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam materi yang disampaikan, dr. Bismarck menjelaskan kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang pada sel-sel di leher rahim. Ini merupakan salah satu kanker yang paling mematikan pada wanita, setelah kanker payudara.

Ada 2 jenis utama kanker serviks:

Pertama, Karsinoma Sel Skuamosa (KSS), yang merupakan jenis paling umum dan dimulai pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim.

Kedua, Adenokarsinoma, yang berkembang dari sel-sel kelenjar di saluran leher rahim. Penyebab pasti terjadinya kanker serviks masih belum sepenuhnya diketahui, namun kondisi ini sangat terkait dengan infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).

Selain itu, faktor keturunan dan riwayat penyakit menular seksual juga dapat berperan dalam peningkatan risiko.

Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi pada stadium yang lebih lanjut.

Penderita bisa mengalami beberapa gejala, seperti nyeri pada panggul, haid yang tidak teratur, keputihan, rasa sakit saat berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta perdarahan yang terjadi setelah menopause.

Usai pemaparan materi, antusias para peserta pria dan wanita langsung melontarkan sejumlah pertanyaan terkait materi yang disampaikan narasumber.

Semua pertanyaan dijawab langsung oleh narasumber sembari mengajak seluruh peserta untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. (*/ben)