Bupati Michael Thungari Dorong Penguatan Jaringan Cadangan Saat Perbaikan Palapa Ring

73

SANGIHE — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menegaskan pentingnya penguatan sistem jaringan cadangan di tengah proses perbaikan gangguan (partial cut) Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane yang tengah dilakukan BAKTI Komdigi.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah, BAKTI Komdigi, serta para pemangku kepentingan.

Ini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mengapresiasi upaya perbaikan yang dilakukan, namun menekankan bahwa konektivitas menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat di daerah perbatasan.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas upaya perbaikan ini. Bagi kami di wilayah kepulauan, konektivitas sangat penting karena menyangkut pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Thungari, Rabu (08/04/2026).

Ia menjelaskan, gangguan jaringan yang sempat terjadi menjadi pelajaran penting tentang tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan internet.

Bahkan, jika terjadi blackout dalam waktu lama, dampaknya dapat meluas terutama di wilayah dengan akses terbatas.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan daerah perkotaan yang memiliki banyak jaringan cadangan.

Sementara itu, wilayah kepulauan seperti Sangihe masih menghadapi keterbatasan infrastruktur pendukung.

Karena itu, ia meminta adanya kejelasan informasi terkait jenis gangguan, dampak yang ditimbulkan serta perkembangan proses perbaikan yang perlu disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

“Pembaruan informasi sangat penting agar masyarakat mengetahui progres pekerjaan dan bisa mengantisipasi dampak yang terjadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Kepulauan Sangihe yang terdiri dari 145 desa dan 22 kelurahan masih kekurangan titik layanan cadangan.

Untuk sementara, sejumlah instansi dan pihak swasta memanfaatkan jaringan internet satelit guna menjaga keberlangsungan layanan.

Di sektor pendidikan, pemerintah daerah memastikan kegiatan belajar dan ujian tetap berjalan.

Sebanyak 1.744 siswa dari 62 sekolah tetap mengikuti ujian dengan dukungan jaringan alternatif yang telah disiapkan.

Ia juga berharap gangguan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Salah satu upaya yang diusulkan adalah peningkatan pengawasan terhadap jalur kabel, termasuk melibatkan nelayan dalam menjaga infrastruktur tersebut.

“Ini merupakan investasi besar negara yang harus kita jaga bersama agar tidak kembali merugikan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, BAKTI Komdigi menyampaikan bahwa proses perbaikan yang dilakukan merupakan bagian dari langkah mitigasi terencana.

Beberapa upaya yang dilakukan antara lain penyediaan akses internet alternatif di lebih dari 150 titik layanan publik, optimalisasi jaringan cadangan serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan konektivitas digital di wilayah kepulauan tetap terjaga.

Kemudian mampu mendukung pelayanan publik, pendidikan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Ivan)