
SANGIHE – Layanan telekomunikasi dan informasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro dipastikan akan mengalami gangguan sementara akibat perbaikan kabel serat optik bawah laut Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane.
Hal tersebut disampaikan melalui surat resmi Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital RI, tertanggal 26 Maret 2026.
Perbaikan dilakukan menyusul terputusnya kabel bawah laut (submarine fiber cut) pada segmen tersebut.
Langkah ini diambil guna mencegah kerusakan lebih lanjut sekaligus menjaga kualitas layanan telekomunikasi di kedua wilayah ke depan.
Adapun rangkaian pekerjaan perbaikan akan berlangsung mulai 1 hingga 25 April 2026. Namun, terdapat tahap krusial berupa restoration atau marine operation yang dijadwalkan pada 16 hingga 24 April 2026.
Pada periode tersebut, layanan telekomunikasi dan internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Sitaro diperkirakan akan mengalami pemutusan sementara selama kurang lebih sembilan hari.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ronald Lumiu, SH, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menerima pemberitahuan resmi terkait pekerjaan tersebut.
“Saat ini sudah ada pemberitahuan resmi, sehingga beban puncak gangguan diperkirakan terjadi pada tanggal 16 hingga 24 April 2026. Kami juga telah meneruskan informasi ini kepada pihak Telkomsel untuk mengantisipasi dampak risiko melalui pengaktifan sistem radiolink,” ujar Lumiu.
Pelaksanaan perbaikan ini akan dilakukan oleh Badan Usaha Pelaksana, yakni PT Len Telekomunikasi Indonesia, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, ketertiban lingkungan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat setempat.
BAKTI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah atas dampak yang ditimbulkan, sembari menegaskan komitmen untuk meminimalkan gangguan selama proses perbaikan berlangsung.
Selain itu, dukungan serta koordinasi dari pemerintah daerah dan aparat keamanan diharapkan dapat membantu kelancaran proses perbaikan infrastruktur vital tersebut. (Ivan)




















