Hadiri HLM di Manado, Wabup Sangihe Tekankan Penguatan TPAKD dan Pengendalian Inflasi

149
Istimewa

MANADO – Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, menghadiri High Level Meeting (HLM) yang mempertemukan tim ekonomi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, di Manado, Senin (23/2/2026).

Pertemuan tersebut menyinergikan lima forum strategis, yakni TPID, TP2ED, TP2DD, TPAKD, dan KDEKS.

Fokus pembahasan diarahkan pada stabilisasi harga pangan menjelang hari besar keagamaan serta percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah.

Dalam forum itu, Bulahari menegaskan bahwa Kabupaten Sangihe tidak ingin hanya menjadi daerah dengan potensi besar, tetapi juga mampu menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Sangihe memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Tantangan kita hari ini bukan lagi soal potensi, tetapi bagaimana memastikan nelayan dan pelaku UMKM mendapatkan akses modal yang mudah, murah, dan berkelanjutan,” tegas Bulahari.

Sebagai wilayah perbatasan NKRI, sektor perikanan menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Target produksi perikanan tangkap diproyeksikan mencapai 21.000 ton per tahun, dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, dan ikan pelagis (malalugis), termasuk penguatan produk olahan berbasis hasil laut.

Bulahari juga menekankan bahwa pendekatan pembiayaan ke depan tidak lagi bersifat individual, melainkan berbasis klaster ekonomi pesisir.

“Kami ingin membangun ekosistem usaha yang terintegrasi. Nelayan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dalam satu sistem mulai dari akses permodalan, produksi, hingga pemasaran. Inilah arah transformasi TPAKD Sangihe tahun 2026,” jelasnya.

Selain penguatan sektor riil, ia menegaskan pentingnya digitalisasi transaksi dan layanan publik guna menjaga transparansi serta meningkatkan efisiensi.

“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Dengan sistem yang transparan dan terukur, kita bisa menjaga inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap stabil,” tambahnya. (Ivan)