
JAKARTA – Javier Reihan Mario Djarang, atlet para tenis meja berkebutuhan khusus tengah berjuang di ajang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2025 di Jakarta, 1-10 November.
Ia merasa gembira setelah kehadiran Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Olahraga, Christian Yokung.
Kehadiran Christian Yokung bukan untuk seremoni tapi untuk mengawal, menyemangati dan memastikan anak-anak Sulut merasakan dukungan penuh dari daerahnya.
Ia ditugaskan langsung oleh Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, untuk mendampingi para atlet Sulut di ajang Popnas dan Peparpenas Jakarta 2025.
“Ini bukan hanya tentang hasil pertandingan, tapi tentang hati. Tentang bagaimana kita hadir bagi anak-anak yang berjuang membawa nama Sulawesi Utara,” ujarnya kepada awak media, Senin (3/10/2025).
Christian Yokung berada di lapangan, menyapa para atlet, memeriksa kebutuhan mereka dan menyemangati di saat-saat kritis.
Sulut sendiri ikut serta dalam empat cabang olahraga di Peparpenas yakni tenis meja, bulutangkis, atletik dan renang.
Namun, di antara semua itu, kisah Javier Djarang dibawa arahan pelatih Aldrin Panelewen menjadi sorotan tersendiri.
Anak muda ini tidak hanya melawan lawan di depan mata, tapi juga keterbatasan fisiknya sendiri.
“Saya cuma ingin bikin Sulut bangga,” kata Javier lirih, sebelum bertanding.
ketepatan luar biasa, bola-bola cepat itu memantul penuh semangat di meja hijau.
Dukungan moril terlihat saat Christian Yokung berdiri di pinggir lapangan.
“Di atas kursi roda itu, saya melihat keberanian yang utuh,” katanya pelan.
“Anak ini tidak butuh belas kasihan. Ia hanya butuh kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia mampu.”
Bagi Christian, Peparpenas bukan sekadar kompetisi.
Ia adalah ruang di mana martabat, semangat, dan rasa cinta tanah air bertemu dalam satu panggung.
Perhatian besar terhadap dunia olahraga dan disabilitas ini sejalan dengan visi Gubernur Yulius Selvanus yang menempatkan olahraga sebagai bagian penting dari pembangunan manusia Sulawesi Utara.
Christian sebagai staf khusus merasa bangga bisa menjadi bagian dari misi itu.
“Pak Gubernur selalu bilang, olahraga bukan cuma soal medali. Tapi soal karakter, daya juang, dan bagaimana pemerintah hadir bagi rakyatnya,” ucap Christian.
Malam itu, Christian mengirim pesan singkat kepada Gubernur Yulius Selvanus.
“Pak, anak-anak Sulut bersemangat tinggi. Mereka berjuang bukan karena ingin terkenal, tapi karena mencintai daerahnya.”
Di balik kursi roda, di balik peluh dan air mata, ada pelajaran berharga, bahwa kemenangan sejati bukan di podium, tapi di hati yang berani. (*/ben)























