Oleh: Ferry Soei Loho, Umat Klenteng Kwan Kong Manado
MANADO – Dalam Tao tanggal 15 bulan 7 Imlek adalah hari Kebesaran salah satu sari Sam Kwan Tay Tee yakni Tee Kwan Tay Tee.
Thian Kwan bertugas memberi berkah serta memberi pengampunan.
Kemudian Sui Kwan bertugas menghapus bencana.
Banyak yang mengenal Chit Gwe ini adalah bulan Hantu gentayangan karena dipercaya PD bulan ini mereka diberikan ijin untuk keluar dari Neraka menerima persembahyangan dari Keluarga ataupun umat.
Kepercayaan ini berasal dari kisah Tee Kwan Tay Tee semasa hidup di dunia dimana berjuang seorang diri dengan ketulusan hati membantu sesama sehingga diangkat menjadi Kaisar yang memimpin dengan bijaksana.
Tee Kwan juga dikenal sangat berbakti kepada orang tuanya dan selalu mengajarkan bakti terhadap orang tua.
Oleh sebab itu, pada tanggal 15 bulan 7 yang diperingati sebagai hari Kelahiran atau hari Kemuliaan Tee Kwan sebenarnya dikenal dengan Hari Bakti Anak kepada Orang Tua.
Kebiasaan ini turun temurun sampai pada dinasty Tang, dinasti paling jaya dalam sejarah kerajaan Tiongkok.
Kaisar Tong Tai Cong dinasty Tang diceritakan pernah bermimpi buruk dibawa ke neraka dan melihat kehidupan disana.
Setelah kembali, Tong Tai Cong menentukan bahwa pada tanggal 17 bulan 7 ini bukan hanya peringatan Anak berbakti pada orang tua, melainkan hari berbakti kepada leluhur dan kepada arwah yang tidak memiliki keluarga dan penghuni neraka yang sangat menderita.
Kaisar ini juga dikenal kagum dengan ajaran Budha sehingga diutus lah Bikhu Tong Sam Cong ke barat untuk mengambil kitab yang kita kenal dengan kisah See Yu Ki dengan tokoh utama Sun Wu Kung.
Ajaran Budha memang sudah masuk ke Tiongkok dan pada negara kelahiran Budha dikenal bahwa pada musim panas itu justru banyak hujan dan menyulitkan para Bikhu untuk pindapata, maka Budha membuat peraturan selama 3 bulan membina diri dan kebetulan hari terakhir itu jatuh pada bulan 7 tanggal 14.
Di mana, para Bikhu menerima Dhana, salah satu murid Budha yang sangat terkenal yaitu Bante Moggalana dengan memiliki kesaktian telah melihat Ibunya terlahir di alam menderita dan tidak bisa menerima persembahan makanan.
Bante Moggalana memohon petunjuk pada Budha. Sang Budha memberikan petunjuk untuk memberikan dana buat para Bikhu dan mengajak semua Bikhu membawakan doa untuk Ibu Moggalana.
Ini juga berkaitan dengan Bakti Anak Pada Orang Tua, seperti yang diajarkan Kaisar Tee Kwan karena kedua hal ini memiliki kaitan erat dengan Bakti maka kepercayaan ini menjadi tradisi secara turun temurun hingga saat ini dengan budaya setempat termasuk kita di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam Tao dikenal luas 1 cerita terkenal dimana saat penghuni neraka dibebaskan pada bulan 7.
Diantara mereka tidak mau kembali ke neraka lagi, sehingga Dewi Kwan Im menjelma menjadi Tay Su Ya yang berwujud Raja Setan untuk menakuti para hantu agar kembali ke alamnya.
Tradisi ini juga kita kenal di Manado, di mana pada tanggal 15 bulan 7, selain mengadakan sembahyang di Klenteng memperingati hari Kebesaran Tee Kwan Tay Tee, kita juga melaksanakan sembhyg Tay Su Ya.
Jadi, bulan 7 ini awalnya didasarkan oleh ajaran Bakti kepada org tua, leluhur dan untuk arwah kelaparan yang terlantar. Oleh sebab itu, ada sembayang Cioko atau rebutan yang kita kenal saat ini.
Juga Ulambana yang makna utamanya adalah Bakti. Namun kenapa umat Tridharma menganggap bulan 7 adalah bulan yang tidak baik untuk mengadakan acara semacam nikah, masuk rumah baru, buka usaha dll?.
Jawaban yang sering kita jumpai adalah bulan ini bulan hantu jadi adalah bulan jelek.
Lebih tepat kalau kita ditanya tentang hal ini kita bisa menjawab sesuai dengan ajaran Bakti. Ada 12 bulan dalam setahun. Bulan 7 ditetapkan sebagai bulan Bakti pada org tua leluhur dan arwah.
Tidak ada salahnya kita secara khusus di bulan 7 ini menghargai makna Bakti ini dengan tidak mengadakan acara yang lain semacam pesta atau Hura Hura.
Itu ditandai dengan kita tidak mengadakan acara Pernikahan dll di bulan 7 ini. Lebih karena bulan 7 ini dimaknai sebagai bulan Bakti, bukan bulan hantu.
Demikian sekilas tentang perayaan ini dan tentunya banyak versi yang menceritakan tentang festival ini.
Biarlah itu semua menjadi bagian keragaman tradisi kita dan marilah kita memanjatkan Doa untuk orang tua maupun leluhur dan arwah yang terlantar di bulan ini sehingga semua beroleh berkah. (***)





















