MANADO – Persatuan dan Kesatuan Bangsa merupakan salah satu nilai utama dari Pancasila yang merupakan dasar negara Republik Indonesia.
Konsep Persatuan ini mengacu pada ikatan batin dan semangat kebersamaan antara individu atau kelompok dalam suatu masyarakat, bangsa, atau negara dalm hal ini di negeri kita Indonesia.
Konsep Persatuan ini menekankan pada pentingnya kolaborasi, kerja sama, dan solidaritas antar masyarakat sebagai warga negara, terlepas dari perbedaan suku, ras, agama, budaya, dan latar belakang sosial-ekonomi Masyarakat.
Nilai persatuan harus dijaga dan pelihara oleh warga negaranya, karena dengan dipelihafranya nilai Persatuan ini maka akan membuat negara Indonesia Bersatu serta dijauhkan dari perpecahan dan konflik yang dapat merusak keutuhan negara Republik Indonesia.
Pemilihan kepala Daerah serentak (PILKADA) di seluruh Indonesia telah dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024 termasuk juga di Sulawesi Utara.
Terdapat 3 pasang calon Kepala Daerah Tingkat Provinsi yang diusung untuk berkompetisi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur di Sulawesi Utara yaitu : Yulius Selvanus Komaling-Victor Mailangkay (Nomor Urut 1), Elly Lasut-Hanny Pajouw (Nomor Urut 2) dan Steven Kandouw-Denny Tuejeh (Nomor Urut 3).
Hasil Pemilihan kepala Daerah (PILKADA) di Sulawesi Utara di menangkan oleh Yulius Selvanus Komaling-Victor Mailangkay.
Yulius Selvanus Komaling-Victor Mailangkay menang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara pada Pilkada 2024. SK-VM meraup suara sebanyak 539.039 suara.
Hasil ini mengalahkan dua pasangan calon lainnya yaitu Elly Lasut-Hanny Pajouw dan Steven Kandouw-Denny Tuejeh.
Pasangan calon Elly Lasut dan Hanny Pajouw memperoleh 463.433 suara, dan paslon Steven Kandouw-Denny Tuejeh mendapatkan 459.673 suara berdasarkan data yang diumumkan oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara.
Pemilihan kepala Daerah (PILKADA) di Sulawesi Utara membuat Masyarakat berkelompok-kelompok sesuai dengan pasangan calon yang didukung, yang menyebabkan terjadinya perbedaan pilihan pada Masyarakat.
Perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan pilihan pun semakin memanas Ketika dilaksanakannya kampanye-kampanye oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam PILKADA di Sulawesi Utara.
PILKADA di seluruh Indonesia menerapkan asas pemilihan langsung oleh masyarakat. Masyarakat diberikan ruang untuk menentukan pasangan calon kepala daerah yang ingin mereka pilih ataupun dukung untuk memimpin Sulawesi Utara.
Hal ini membuat perbedaan pendapat dan perbedaan pilihan pun menjadi hal yang tidak bisa dihindari dari pelaksanaan Pemilihan kepala Daerah.
Perbedaan ini mengakibatkan terjadinya bentrok dan perpecahan di kalangan Masyarakat baik sebelum pelaksanaan PILKADA, pada saat pelaksanaan maupun setelah pelaksanaan PILKADA.
Saat ini hasil perhitungan resmi Komisi Pemilihan Umum sudah diumumkan, di mana dimenangkan oleh pasangan calon Yulius Selvanus Komaling-Victor Mailangkay.
Untuk itu, marilah sebagai warga negara Indonesia hasil pemilu ini kita terima dan kita dukung demi menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia yang kita cintai.
Dan tanggalkan segalah perbedaan pendapat dan pilihan menjadi satu dalam membangun Sulawesi Utara dan Indonesia.(Merry)






















