Misi YSK-VICTORY:  Wujudkan Tata Kehidupan Masyarakat yang Aman, Tertib dan Nyaman

429
Yulius Selvanus Komaling - Victor Mailangkay. (dok)

MANADO – Target program kerja dan kebijakan publik Paslon Gubernur – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) nomor urut 1 Yulius Selvanus Komaling – Victor Mailangkay (YSK Victory) yakni berjalannya kehidupan bermasyarakat yang selaras dengan nilai – nilai tradisi dan budaya lokal akan menciptakan keharmonisan yang mendalam.

Bagi Yulius Selvanus Komaling tatanan kehidupan dalam masyarakat tidak boleh mengabaikan nilai-nilai budaya dan tradisi sebagai warisan leluhur yang sarat nilai kearifan lokal.

Dalam salah satu poin Misi YSK Victory menyebutkan “Mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang aman, tertib, dan nyaman dengan menjaga serta melestarikan budaya lokal dan kearifan tradisional sebagai bagian dari identitas daerah.”

Kata YSK, cara berpikir, bersikap, bertutur kata dan berperilaku masyarakat sejatinya mengambil atau juga meneruskan tradisi setempat.

“Dikaitkan dengan Sulut, sangat tampak bsgaimana nilai – nilai tradisi itu diejawantahkan dalam praksis hidup harian. Saling menyapa, menghormati orang yang lebih tua, saling membantu bergotong royong (Mapalus), bersikap santun, saling menghargai perbedaan serta masih banyak lagi yang semuanya itu adalah warisan tradisi lokal yang sudah dihidupi turun temurun,” urai Calon Gubernur nomor urut 1 itu.

Hanya saja, lanjutnya, perkembangan dunia yang ditandai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan teknologi, nilai – nilai tradisi budaya mulai tergerus.

“Terutama generasi muda sudah banyak yang gaya hidup mereka mulai bergeser dari penghormatan terhadap kearifan lokal ke segmen modernitas yang terkadang membuat mereka terjebak dalam arus globalisasi,” papar YSK.

YSK-Victory merasa terpanggil untuk membangun tata kehidupan masyarakat yang tetap tidak meninggalkan nilai-nilai tradisi lokal.

“Banyak cara yang bisa dikembangkan untuk menghormati warisan budaya dan YSK Victory telah memikirkannya. Antara lain penguatan pelajaran muatan lokal di Sekolah mulai dari Sekolah Dasar. Harus ada mata pelajaran Bahasa Daerah, kesenian daerah baik musik, lagu maupun tarian,” jelas YSK.

Menurutnya nilai – nilai tradisi budaya lokal tidak boleh terabaikan sebaliknya harus dipandang sebagai kekuatan sepanjang masa.

“Karena itu adalah identitas diri kita, jati diri kita,” tandasnya. (*/ben)