
MANADO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengelar Sosialisasi di Sintesa Peninsula Hotel 8-10 Februari 2024.
Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bersama Stakeholder Pada Pemilu 2024 di Provinsi Sulawesi Utara dengan Sub Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakan keadilan Pemilu.
Ferry Daud Liando, Dosen Kepemiluan Fisip Unsrat yang menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut mengatakan pada hari pencoblosan tanggal 14 Februari hal yang menentukan bagi pemilih itu adalah pada saat di TPS.
“Hal yang paling berbahaya adalah politik adu domba. Suka atau tidak suka terhadap salah satu calon,” ujarnya.
Berbahaya juga jika melakukan provokasi menyebarkan berita terkait calon tersebut demi memuluskan calon yang di dukung.
“Kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain sama dengan pilihan kita,” terangnya.
Liando juga menambahkan, kendati berbeda pilihan harus menerima sebagai bentuk demokrasi.
“Jangan lebay jika tidak suka. Jangan pilih, simpel saja. Pemimpin yang baik berasal dari pemilih yang baik, bukan money politic,” pungkas Liando. (ben)
















