Pesan Damai dan Sukacita Natal Keluarga Besar Rutan Manado

233
Penyerahan bingkisan Natal kepada 30 Warga Binaan serta pembagian diakonia Natal kepada 30 Warga Binaan lainnya. (foto: ist)

MANADO – Perayaan Ibadah Natal Keluarga Besar Rutan Kelas IIA Manado bersama seluruh komponen petugas Nasrani dan ratusan Warga Binaan Kristen berlangsung penuh damai dan sukacita di Gereja Abigail Rutan Manado, Jumat (22/12/2023) petang.

Kepala Rutan, Widodo bersama istri tercinta, Ny Nontje Walewangko, para penanggungjawab Pengurus Gereja, Kasubsi Pengelolaan, Angelina Tololiu, Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Joutje Sinaulan dan Kepala Satuan Pengamanan, Rico Wendur hadir  dalam hajatan religius menyambut pesta kelahiran Sang Juru Selamat Manusia tersebut.

Puluhan pegawai termasuk tenaga medis juga hadir dalam Ibadah yang dipimpin Pdt Marcel Wajong, STh tersebut. Nuansa Natal pun begitu terasa.

Dalam Khotbahnya, Pdt Marchel yang melayani di Gereja GMIM Nasaret Matani, Tomohon I, mengambil ayat Alkitab, Lukas 2:1-20, mampu mengobati kerinduan Warga Binaan yang harus melawati Natal kali ini tanpa keluarga terdekat.

Hadir pula Pdt Henny Erungan, STh yang merupakan Pendeta Pelayanan utusan dari Sinode GMIM di Gereja Abigail Rutan Manado.

Sebelum Khotbah, ada momen memasang lilin Natal dari Karutan, Ketua Dharma Wanita Persatuan Rutan Manado, Ny Nontje Walewangko, Pdt Henny, Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Joutje Sinaulan, Koordinator Gereja Maxi Kumowal, para petugas dan pengurus Gereja Abigail lainnya.

Kemudian puji-pujian dari semua petugas dan pengurus Gereja serta Excellent Voice seusai Khotbah.

Ada pula penyerahan bingkisan Natal kepada 30 Warga Binaan serta pembagian diakonia Natal kepada 30 Warga Binaan lainnya.

Karutan dalam arahan serta pesan Natal usai pelaksanaan Ibadah menjelaskan kiranya damai dan sukacita Natal dirasakan semua Warga Binaan meskipun merayakan Natal jauh dari keluarga.

Widodo berharap makna Natal benar-benar dirasakan. Dan Natal kali ini buat Karutan di Rutan Manado juga merupakan kali pertama setelah menggantikan Deny Fajariyanto. (“/don)