
MINAHASA — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus terus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu fondasi utama ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian serta benih jagung kepada kelompok tani di Kabupaten Minahasa, Senin (27/7/2026).
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Kakas itu, Gubernur menyerahkan lima unit alat dan mesin pertanian berupa tractor crawler kepada kelompok tani di Kakas, Langowan, dan Sonder.
Selain alsintan, pemerintah juga menyalurkan sekitar 43 ton benih jagung untuk mendukung pengembangan pertanian pada lahan seluas 2.910 hektare di Kabupaten Minahasa.
Bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap petani, tetapi juga bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketersediaan pangan, sekaligus menjaga stabilitas harga di daerah.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian harus dilakukan berdasarkan potensi wilayah dan kebutuhan nyata masyarakat.
Ia menjelaskan, Kecamatan Kakas dipilih karena memiliki potensi persawahan dan perkebunan yang besar serta membutuhkan dukungan mekanisasi agar pengelolaannya semakin optimal.
Menurut Gubernur, kondisi geografis wilayah yang relatif datar menjadi salah satu keunggulan yang harus dimanfaatkan melalui penggunaan teknologi pertanian secara lebih luas.
“Banyak yang berpikir karena ini kampungnya gubernur. Bukan. Kakas dipilih karena memiliki hamparan sawah dan kebun yang luas. Daerah ini memang membutuhkan perhatian dan penanganan khusus agar pengelolaannya semakin optimal,” tegas Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Yulius Selvanus juga mendorong perangkat daerah dan kelompok tani agar tidak terjebak pada pola kerja yang rutin.
Ia meminta agar inovasi terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.
“Dinas harus berani berinovasi bersama kelompok tani. Kalau ada kebutuhan alat yang belum tersedia, sampaikan kepada pemerintah. Jangan takut mengusulkan. Pemerintah akan memperjuangkannya sampai ke kementerian,” ujarnya.
Dorongan terhadap inovasi tersebut menjadi salah satu pendekatan yang terus ditekankan Gubernur dalam memperkuat sektor-sektor produktif di Sulawesi Utara.
Bahkan, persoalan yang dihadapi petani di daerah juga dibawa hingga ke pemerintah pusat.
Gubernur mengungkapkan bahwa dirinya pernah menyampaikan langsung kepada Presiden mengenai semakin berkurangnya jumlah pemanjat kelapa di Sulawesi Utara yang berdampak pada produktivitas komoditas tersebut.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini tengah mengembangkan teknologi untuk membantu proses panen kelapa dan masih dalam tahap pengujian.
Hal tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi petani dan pemerintah daerah untuk terus melahirkan gagasan baru dalam meningkatkan produksi berbagai komoditas unggulan Sulawesi Utara, seperti jagung, kelapa, pala, dan tanaman pangan lainnya.
Bagi Gubernur, peningkatan produksi pertanian juga memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pengendalian inflasi.
Ketersediaan bahan pangan yang memadai dinilai menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas harga serta melindungi daya beli masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebelumnya juga telah menggelar Gerakan Pangan Murah di 25 titik di Kabupaten Minahasa menjelang pelaksanaan Pengucapan Syukur.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, bawang, dan komoditas lainnya disediakan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan pangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi di tingkat petani, tetapi juga diarahkan pada upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Di hadapan kelompok tani penerima bantuan, Gubernur Yulius Selvanus mengingatkan agar seluruh alsintan yang diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal.
Ia meminta agar bantuan pemerintah tidak hanya diterima, tetapi juga dijaga, dirawat, dan digunakan untuk meningkatkan produktivitas.
“Jangan sudah dibantu, mesinnya dibiarkan rusak, berkarat, lalu alasannya tidak ada BBM. Itu sama saja menyia-nyiakan bantuan pemerintah,” tegasnya.
Gubernur juga menempatkan kelompok tani sebagai bagian penting dalam agenda besar swasembada pangan Sulawesi Utara.
“Kelompok tani harus menjadi tulang punggung dan motor penggerak di garda terdepan menuju swasembada pangan di Sulawesi Utara,” katanya.
Dari Kakas, arah kebijakan pembangunan pertanian kembali diperjelas. Pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga mendorong modernisasi, inovasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan peran petani sebagai pelaku utama pembangunan pangan.
Melalui langkah tersebut, kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus semakin diarahkan pada pembangunan yang berbasis potensi daerah dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan pertanian yang semakin produktif, petani yang semakin kuat, serta dukungan teknologi dan kebijakan yang tepat, Sulawesi Utara terus bergerak menuju ketahanan dan kemandirian pangan yang semakin kokoh. (*/ben)






















