MANADO – Modus baru, bahayanya lama. Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut berhasil mengungkap jaringan pengedar Narkotika Golongan I jenis Liquid Pinaca dengan kandungan MDMB-4EN atau ganja sintetis antar provinsi.
Kasus ini terbuka berawal dari kecurigaan warga Manado. Di titik nongkrong anak muda, aroma ganja khas sering kecium dari pengguna vape.
Laporan itu langsung ditindak Tim Opsnal Subdit 3 Dit Resnarkoba.
Kronologi Penangkapan:
7 Juni 2026, 19.00 WITA: Penyergapan di depan Hotel ARC, Jalan Pramuka Sario, Manado. Polisi amankan CT alias ITO. Ditemukan 1 botol liquid 5 ml + pod vape berisi ganja sintetis.
ITO mengaku dapat barang dari RM alias Orton di Desa Kali, Pineleng, Minahasa.
Tim langsung bergerak ke sana. Dari saku dan rumah Orton, disita 2 botol liquid 30 ml & 15 ml dan perangkat vape. Orton beli online via IG Rp1,1 juta/15 ml, lalu dijual ecer Rp500 ribu/5 ml.
Liquid itu dikirim dari Makassar lewat ekspedisi oleh akun IG “PAMANSKY”. Atas perintah Dir Resnarkoba Kombes Pol Arie Fadlani SIK, tim gabungan Polda Sulut dan Resmob Polrestabes Makassar serta Polsek Ujung Tanah bergerak cepat.
13 Juni 2026, 03.00 WITA: Penggerebekan di Kelurahan Camba Berua, Ujung Tanah, Makassar. “A” alias ANSR 36 tahun dibekuk. Dia pemilik akun IG “PAMANSKY” serta akun OVO transaksi narkoba. ANSR jual via grup khusus IG.
Jaringan sudah ke Surabaya, Samarinda, Bandung, Manado. Supplier atasnya dari akun IG “J”.
Saat ini tim masih buru pelaku lain di Makassar.
“Setiap pelaku narkoba akan diburu, ditangkap, dan diproses hukum,” tegas Dir Resnarkoba Polda Sulut, Kombes Pol Arie Fadlani, Sabtu (20/06).
Ganja sintetis MDMB-4EN efeknya jauh lebih berbahaya dari ganja alami. Bisa picu halusinasi berat, jantung berdebar, bahkan kematian. Diedarkan lewat vape biar tidak tercium dan dikira cuma liquid biasa. (*/ben)




















