Berjalan Sukses, Festival Catur Pelajar Stiepar Manado Disambut Antusias Peserta

41
Istimewa

MANADO – Kegiatan Festival Catur STIEPAR Manado yang memperebutkan piala, sertifikat, dan uang pembinaan, mendapat sambutan yang sangat antusias dari para pelajar di Sulawesi Utara.

Sebanyak 41 peserta dari 20 sekolah dasar se-Sulawesi Utara turut ambil bagian dalam festival yang bertujuan untuk mendorong pembinaan prestasi catur sejak usia dini.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi para siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir strategis, sportivitas, serta semangat kompetitif yang sehat.

Direktur STIEPAR Manado mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Catur Pelajar ini sejalan dengan semangat pembangunan sumber daya manusia yang terus didorong oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, pengembangan generasi muda melalui pendidikan dan olahraga merupakan bagian penting dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, unggul, dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ir. Ardy Doda, MM menjelaskan bahwa pertandingan menggunakan sistem Swiss (Swiss System), yang berbeda dengan sistem gugur.

Dalam sistem ini setiap peserta tetap bermain sesuai jumlah babak yang telah ditentukan, yaitu enam babak.

‎“Pada setiap babak, peserta akan dipasangkan dengan lawan yang memiliki poin yang sama melalui perangkat lunak Swiss Manager. Setiap kemenangan bernilai 1 poin, hasil remis (draw) bernilai ½ poin, dan kekalahan bernilai 0 poin. Setelah enam babak selesai, peserta dengan perolehan poin tertinggi ditetapkan sebagai pemenang,” jelas Doda.

‎Festival mempertandingkan dua kategori, yaitu Kategori SD Kelas 1–3 dan Kategori SD Kelas 4–6.

‎Hasil Pertandingan Kategori SD Kelas 1–3:
‎Ranking 1 : Fiona Kalangi – SD Kristen Eben Haezar 2, Ranking 2 : Kenshin Bangun – SD Citra Kasih, Ranking 3 : Daviel Wungow – SD Mater Dei Amurang.

‎Hasil Pertandingan Kategori SD Kelas 4–6:
‎Ranking 1 : Yosia Rabaelun – SD GMIM 54 Lapangan, Ranking 2 : Mohammad Patadjenu – SD Kaidipang, Ranking 3 : Carlson Sumampouw – SD GMIM 01 Manado.

‎Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Alexander Kalangi, siswa TK Eben Haezar yang menjadi peserta termuda berusia 5 tahun 11 bulan.

Meskipun dengan usia muda, Alexander berhasil menunjukkan kemampuan yang luar biasa dengan menempati peringkat ke-7 pada kategori SD Kelas 1–3.

‎Pelaksanaan pertandingan dipimpin oleh Ketua Wasit Ardy Doda, FA (FIDE Arbiter), didampingi oleh Wasit Nasional (WN) Junien Kasiuhe dan Panji Saikat.

Kegiatan ini, kiranya dapat berkekelanjutan dalam upaya pembinaan olahraga prestasi usia dini sekaligus mendukung lahirnya bibit-bibit pecatur muda Sulawesi Utara yang mampu berprestasi di tingkat regional, nasional, maupun internasional. (*/ben)