Lahirkan Agen Perubahan, PKK Sangihe Pilih Duta Cegah Stunting 2026

53
Ketua TP PKK Sangihe, Ny. Cherry Thungari–Soeyoenus saat memberikan sambutan pada Pemilihan Duta Cegah Stunting 2026. (Dok.ist)

SANGIHE – Komitmen dalam menekan angka stunting terus diperkuat oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Pemilihan Duta Cegah Stunting Tahun 2026, yang digelar pada Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta dari sembilan kecamatan, yakni Tahuna, Tahuna Timur, Tabukan Utara, Kendahe, Tabukan Tengah, Manganitu, Tamako, Manganitu Selatan, dan Tahuna Barat.

Para peserta tidak hanya bersaing dari sisi penampilan, tetapi juga menunjukkan kemampuan, wawasan serta kepedulian dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri dari Pokja IV TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Dari hasil penilaian, Jeissel Charis Deo Lahapo dari Kecamatan Tamako terpilih sebagai Duta Cegah Stunting Putra, sementara Joy Hasiholan Pakpahan dari Kecamatan Tabukan Utara dinobatkan sebagai Duta Cegah Stunting Putri Tahun 2026.

Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe, Ny. Cherry Thungari–Soeyoenus, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah strategis dalam melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak pencegahan stunting.

Menurutnya, penguatan layanan Posyandu harus berjalan seiring dengan keterlibatan aktif generasi muda sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Ketua TP PKK Sangihe bersama jajaran, tim juri, dan peserta usai Pemilihan Duta Cegah Stunting 2026. (Dok.ist)

“Pemilihan Duta Cegah Stunting bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi langkah nyata untuk menghadirkan generasi muda yang mampu bergerak langsung dalam percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran duta dalam mengedukasi teman sebaya, khususnya terkait gizi seimbang dan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri, serta membangun kesadaran hidup sehat sejak dini.

Selain menjadi edukator, para duta diharapkan mampu menjadi teladan dalam pola hidup sehat, aktif dalam kegiatan masyarakat seperti posyandu, serta kreatif dalam mengkampanyekan pencegahan stunting secara berkelanjutan.

“Duta harus menjadi inspirasi, tidak hanya peduli tetapi juga mampu menggerakkan. Mereka harus mendorong kesiapan generasi muda, baik secara fisik maupun mental, demi mewujudkan masa depan yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Cherry juga berharap para duta yang terpilih dapat menjalankan perannya secara konsisten, tidak hanya saat penilaian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi bagian dari perubahan.

“Jadilah suara perubahan yang menggerakkan, bukan sekadar terdengar. Bawa pesan dengan hati agar sampai dan berarti,” pesannya.

TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe turut menyampaikan apresiasi kepada Pokja IV TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, PKK, dan generasi muda dalam mewujudkan generasi Sangihe yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (Ivan)