Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I Beri Efek Domino Berbagai Sektor

84
Tahlis Gallang. (ist)

MANADO – Lomba Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I Tahun 2026, berlangsung 11-12 April 2026 di Kota Manado.

‎Dengan adanya lomba Open Fishing Tournament ini, memberi dampak ekonomi yang luar biasa terjadi di Sulawesi Utara (Sulut).

‎‎Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UMKM Provinsi Sulut, Tahlis Gallang.

‎Tahlis Gallang hadir mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada acara pembukaan di Dermaga Youth Center Kawasan Megamas Manado, Sabtu (11/4).

‎Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara atas inisiatif kegiatan yang tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat

‎Berdasarkan pantauan Pemprov selama dua hari terakhir, efek domino dari kegiatan ini sangat terasa di berbagai sektor.

‎Di sektor perhotelan, okupansi hotel di sekitar lokasi acara dilaporkan penuh oleh para peserta dan pengunjung.

‎Di bidang jasa nelayan, kapal-kapal nelayan habis disewa oleh para pemancing, bahkan warga sempat kesulitan mencari kapal karena tingginya permintaan.

‎‎Sementara itu di sektor UMKM, rumah makan dan toko perlengkapan memancing mengalami lonjakan penjualan.

‎Bahkan Kadis Tahlis Gallang menceritakan pengalamannya sendiri yang kehabisan stok umpan dan perlengkapan di beberapa toko pancing ternama di Manado.

“‎Dari hotel yang penuh, kapal nelayan yang susah dicari, hingga toko pancing yang kehabisan stok. Ini luar biasa,” ungkapnya lagi.

‎Sebagai sesama penghobi mancing, Tahlis Gallang memuji detail teknis perlombaan yang dinilai sangat akomodatif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

‎Penggunaan teknologi seperti X-Ray untuk mengecek hasil tangkapan menjadi sorotan, guna memastikan tidak ada kecurangan seperti penambahan pemberat di dalam ikan.

‎“Ketentuan mancing kali ini didesain sangat nyaman, ini menandakan penyusunnya adalah angler sejati,” ucapnya.

‎“Namun tetap sportif, jangan coba-coba curang karena ada X-Ray,” tegasnya.

“Beda setengah kilo saja karena ada timah di dalam, pasti ketahuan,” ucapnya lagi.

‎Ia mengatakan bahwa Pemprov Sulut berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

‎Selain sebagai sarana penyaluran hobi, ajang seperti ini terbukti menjadi stimulus efektif bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Bumi Nyiur Melambai.

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan para peserta lomba yang siap menaklukkan perairan Sulawesi Utara untuk memperebutkan gelar juara. (ben)