Kontroversi Wasit di Laga Puma FC vs PS Bank Sulut, Febri Sael Angkat Bicara Usai Kekalahan 2-4

195
Febri Sael saat diwawancarai usai laga Puma FC vs PS Bank Sulut, menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan timnya. (Foto: ivan/ap)

MANADO – Laga PS Bank Sulut versus Puma FC yang berlangsung Minggu (29/3/2026) di lapangan Kodareal VIII Kairagi, Manado berlangsung sengit.

Jalannya pertandingan Liga 4 itu, kedua tim bermain taktis meski berkesudahan dengan skor akhir 4-2 untuk kemenangan Puma FC.

Kedua tim juga sama-sama tampil ngotot dan menunjukkan permainan yang sportif sejak awal laga.

Namun di balik pertandingan yang berlangsung seru tersebut, pihak Bank Sulut mengaku kecewa terhadap kepemimpinan wasit.

Hal itu disampaikan langsung oleh Asisten Manajer PS Bank Sulut, Febri Sael, usai pertandingan.

Menurutnya, secara permainan kedua tim sama-sama kuat dan layak mendapatkan hasil terbaik.

Namun sejumlah keputusan wasit dinilai justru merugikan timnya, terutama saat Bank Sulut FC berada dalam posisi unggul.

“Permainannya sebenarnya sama-sama bagus dan enak ditonton. Kedua tim sama-sama ingin menang secara sportif. Tetapi saat Bank Sulut FC sudah leading, justru muncul keputusan yang tidak sportif dari individu yang memimpin pertandingan,” ujar Febri Sael.

Ia menilai beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain Bank Sulut langsung diberikan kartu kuning, sementara pelanggaran dari lawan justru tidak mendapat tindakan tegas dari wasit.

Meski demikian, Febri menegaskan dirinya tidak menyalahkan tim lawan. Ia hanya menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai tidak maksimal dalam memimpin pertandingan.

“Saya tidak menjelekkan tim Puma FC, hanya soal oknum wasit yang memimpin pertandingan hari ini,” tegasnya.

Selain itu, pihak Bank Sulut juga menilai keputusan penalti yang diberikan wasit tidak tepat.

Menurut Febri, pelanggaran yang terjadi masih berada di luar kotak penalti, namun wasit langsung menunjuk titik putih tanpa berkoordinasi dengan hakim garis.

“Seharusnya wasit berkoordinasi dengan linesman kalau tidak melihat dengan jelas. Tapi ini langsung ditunjuk penalti, padahal pelanggarannya masih jauh dari kotak. Itu yang membuat kami dirugikan hingga skor berubah dan mental pemain langsung drop,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, pihak manajemen PS Bank Sulut memastikan akan mengajukan protes resmi.

Ia berharap ke depan wasit yang memimpin pertandingan-pertandingan penting bisa lebih tegas dan bijak dalam mengambil keputusan.

“Kami merasa kecewa dan akan mengajukan protes. Ini bukan soal kalah atau menang, tetapi supaya ke depan wasit yang memimpin laga-laga krusial bisa lebih tegas, lebih bijak, dan benar-benar adil,” tutup Febri Sael. (Ivan)