
MANADO – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan AI (Artificial Intelligence), Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar melaksanakan Training of Trainer (ToT) bagi dosen di Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Para dosen yang mengikuti ToT di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Polimdo adalah Jurusan Teknik Sipil.
Polimdo dipilih sebagai target penyiapan tenaga kerja mengingat pendekatan vokasional dan sistem magang terstruktur menghasilkan lulusan yang kompeten untuk siap kerja di bidang jasa konstruksi.
Lulusan Polimdo dapat mengisi kebutuhan industri konstruksi level terampil maupun ahli sebagai pendukung akselerasi SDM kompeten.
Kepala Seksi Pelaksanaan Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar, Ahmad Nithasi Damopolii ST mengatakan, ToT ini untuk instruktur sebagai kompetensi tambahan bagi calon lulusan maupun lulusan mahasiswa.
“Dosen-dosen yang mengikuti program ToT tersebut merupakan tenaga pengajar yang kompeten sesuai bidang keahlian masing-masing,” kata Ahmad, Selasa.
Dengan pembekalan ini diharapkan mampu menyampaikan materi secara lebih praktis dan aplikatif kepada mahasiswa, khususnya dalam mempersiapkan diri memasuki dunia jasa konstruksi.
Dipilihnya Polimdo sebagai mitra kerja sama bukan tanpa alasan. Pasalnya, Polimdo memiliki komitmen kuat dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja.
“Kami memilih politeknik sebagai target penyiapan tenaga kerja konstruksi. Lulusan Polimdo bisa sangat kompeten untuk terjun di bidang jasa konstruksi,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini sinergi antara BJKW VI Makassar dan Polimdo semakin memperkuat kualitas lulusan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan sektor konstruksi di Indonesia.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Polimdo, Ir Rudolf Mait ST MT IPM ASEAN Eng menyampaikan bahwa ToT bagian dari upaya penyegaran kembali pengetahuan dan kompetensi pengajar.
Katanya lagi, instruktur junior yang mengikuto ToT sebagai langkah refreshing metodologi dan bahan ajar.
“ToT ini bagaimana metodologi dan materi ajar perlu diperbarui,” ungkapnya.
Memang perkembangan teknologi menuntut perubahan dalam pendekatan pembelajaran.
Jika dahulu metode pengajaran belum bersentuhan dengan aplikasi kecerdasan buatan (AI), kini dosen dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan tersebut.
“Sekarang mahasiswa saat ini sudah melek teknologi. Karena itu, kami para dosen juga harus meningkatkan kemampuan dalam mengajar dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” jelasnya. (don)





















