
MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus Sp.P(K) pada kegiatan Topping Off Ceremony pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof Dr R. D. Kandou Manado, Senin (15/12).
Gedung ini di danai melalui skema Islamic Development Bank (IsDB) Financing Assistance dengan nomor proyek IDB 1054.
Hal ini tentunya menguatkan komitmen RSUP Kandou memperkuat layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Stary.H Rampengan, Sp.JP(K), MARS dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa RSUP Prof Kandou selama ini tidak hanya melayani pasien dari Sulawesi Utara, tetapi juga dari berbagai provinsi di kawasan Indonesia timur.
“Kehadiran gedung layanan kanker terpadu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus memperpendek waktu penanganan pasien,” ujar Dirut Starry Rampengan.
Sementara, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa pembangunan sektor kesehatan membutuhkan kesabaran karena harus melalui tahapan dan prosedur birokrasi yang panjang.
Ia mengakui, proses tersebut kerap menimbulkan rasa frustrasi, namun tetap harus dijalani agar pembangunan berjalan sesuai aturan dan berkelanjutan.
“Keinginan kita tentu bergerak cepat, tetapi semua harus ditempuh dengan mekanisme yang benar,” ujar Gubernur Yulius.
Ia juga menegaskan adanya keselarasan antara pemerintah daerah, Wakil Menteri Kesehatan, dan jajaran kementerian dalam mendorong penguatan rumah sakit di Sulawesi Utara.
Menurutnya, Sulut terbuka menerima dukungan pusat agar fasilitas kesehatan di daerah semakin siap menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyinggung tantangan geografis Sulawesi Utara yang berbeda dengan wilayah lain kususnya daerah kepulauan.
Kondisi tersebut menuntut pendekatan khusus dalam penyediaan layanan dasar, termasuk kesehatan.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan publik, Gubernur juga mengumumkan bahwa mulai 16 Desember, listrik 24 jam akan dinyalakan di tiga pulau.
Ia menargetkan pada 2026 seluruh wilayah Sulawesi Utara terbebas dari keterbatasan listrik.
Dengan pasokan listrik yang stabil, puskesmas dan fasilitas kesehatan di daerah terpencil dinilai akan lebih aman dalam penyimpanan obat-obatan serta pelayanan medis, sehingga risiko gangguan layanan dapat diminimalkan.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan bahwa pembangunan rumah sakit dan penguatan layanan kanker merupakan bagian dari perjuangan panjang pemerintah dalam menjawab meningkatnya kasus kanker di Indonesia.
Ia menekankan pentingnya momentum saat ini sebagai fondasi masa depan layanan kanker nasional.
“Peningkatan fasilitas harus diiringi dengan penguatan deteksi dini agar kanker dapat ditangani lebih cepat dan efektif, sehingga peluang kesembuhan pasien semakin besar,” pungkas Wamenkes. (ben)


















