ACEH – Warga Banda Aceh mengeluh karena sudah 4 hari listrik di rumah mereka padam. Hal itu diperparah dengan matinya aliran PDAM hingga jaringan telekomunikasi.
Khairil misalnya, mengaku bahwa padam listrik itu mengakibatkan kegiatannya terhenti.
“Sudah 4 hari padam. Katanya Sabtu ini hidup tapi ini masih belum,” kata Khairil yang memiliki usaha fotocopy dan percetakan di Daerah Lamteumen, Banda Aceh kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (6/12).
Nanda awalnya berniat untuk membeli mesin genset guna mengatasi masalah tersebut.
Namun karena harganya meroket hingga 3 kali lipat ia mengurungkan niatnya karena adanya info bahwa hari ini listrik pulih kembali.
“Infonyakan hari ini nyala, tapi sampai sekarang belum juga (nyala). Ini juga kita uda kesusahan mau kerja terhalang listrik dan jaringan,” ujarnya.
Sementara itu General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra mengatakan gangguan arus listrik dipicu masalah yang terjadi di pambangkit Arun. Ia mengatakan pihaknya tengah berupaya memulihkan aliran listrik.
Kata dia PLN telah mendirikan empat tower Emergency Restoration System (ERS) di Pantai Baru, Bireuen, sebagai upaya percepatan pemulihan sistem kelistrikan pasca bencana di Aceh.
PLN menargetkan pengaliran listrik dari Arun menuju Banda Aceh dapat dilakukan pada Minggu (7/12) setelah proses penarikan dan pengikatan konduktor rampung.
“Estimasi besok selesai, dan mohon doanya hari Minggu nanti kami akan mencoba melakukan energize,” kata Eddi Saputra saat rapat koordinasi dengan Pemerintah Aceh, Jumat (5/12) malam.
Dia berharap suplai dari Arun tersebut dapat segera mengaliri Banda Aceh, yang hingga kini belum sepenuhnya menyala.
“Mudah-mudahan dengan berhasilnya energize hari Minggu, pasokan dari Arun ini bisa memasok ke Banda Aceh, sehingga wilayah yang belum bisa nyala dapat pulih maksimal,” ucapnya. (*/ben)






















