MINSEL – Bupati Minahasa Selatan, Bapak Franky Donny Wongkar SH menghadiri Ibadah Safari Natal Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan di Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Tenga, di GMIM Petra Boyongpante, Kecamatan Sinonsayang, Selasa (2/11).
Pada Ibadah Safari Natal Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan itu khadim adalah Pendeta Ineke Jetty Akay, M.Th., yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah GMIM Sinonsayang.
Kegiatan Safari Natal Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat kebersamaan, memperkuat semangat persaudaraan, serta meneguhkan nilai-nilai iman menjelang perayaan Natal.
“Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah menegaskan kehadirannya di tengah masyarakat, baik dalam aspek pembangunan maupun pelayanan sosial dan spiritual,” kata Bupati Wongkar.
Tema Natal tahun ini, sebagaimana ditetapkan oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), yaitu “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24), menegaskan bahwa keluarga merupakan unit gereja yang paling dasar, tempat kasih Kristus dihidupi dan diwariskan.
Dari keluarga yang takut akan Tuhan diharapkan lahir pribadi yang beriman, berkarakter, dan membawa berkat bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan dunia.
“Momentum Natal ditekankan sebagai ruang refleksi bagi masyarakat Minahasa Selatan untuk memupuk kasih, persatuan, dan solidaritas sosial, sekaligus menjaga suasana damai serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Wongkar.
Safari Natal juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dan berkeadaban.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menegaskan komitmen berkesinambungannya dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang rukun, berkarakter, dan sejahtera.
Menjelang Natal 25 Desember 2025, pemerintah meneruskan imbauan Gubernur Sulawesi Utara agar masyarakat menghias rumah dan lingkungan dengan ornamen Natal secara tertib, estetis, bersih, dan tanpa mengganggu fasilitas publik.
Di samping itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan berbagai kondisi yang dapat memicu bencana alam pada akhir tahun. (*/ben)






















