Sangihe Cetak Dive Master Lokal: Kembangkan Wisata Bahari, Jaga Kelestarian Bawah Laut

183
Bupati Sangihe Michael Thungari Buka Pelatihan dan Sertifikasi Dive Master di Tahuna.(Dok.Ist)

SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan sektor pariwisata bahari, khususnya kegiatan diving. Lebih dari 10 titik penyelaman unggulan yang tersebar di perairan Sangihe kini tengah dipersiapkan untuk memberikan pengalaman berkelas bagi wisatawan.

Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., saat membuka Pelatihan Dive Master pada Kamis (28/08/2025) di Ruang Serbaguna Dinas Pariwisata. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi kunci utama dalam mendorong daya saing pariwisata daerah.

“Pelatihan divemaster saat ini biayanya sekitar Rp10-15 juta. Angka ini mungkin terasa mahal jika ditanggung sendiri, namun pemerintah hadir untuk memfasilitasi agar masyarakat memiliki sertifikat resmi dan kompetensi sebagai pemimpin dalam kegiatan diving,” jelas Bupati Thungari.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peserta pelatihan tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis. Mereka juga harus memahami setiap titik penyelaman di Sangihe agar bisa mendampingi wisatawan secara profesional, memilih lokasi yang tepat, serta menjamin kenyamanan dan keselamatan.
Selain itu, Bupati juga menyinggung soal pentingnya pemetaan lokasi diving yang cerdas.

“Jika tamu hanya memiliki setengah hari, mereka bisa diarahkan ke titik diving terdekat. Sedangkan untuk waktu 2-3 hari, baru bisa menikmati wilayah Tatoareng atau Tabukan Selatan, Nusa Tabukan,” tambahnya.

Di balik optimisme pengembangan pariwisata, pemerintah tetap menempatkan konservasi sebagai prioritas utama. Bupati mengungkapkan beberapa titik terumbu karang telah mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.

“Saya minta Dinas Pariwisata bekerja sama dengan kepala desa dan camat untuk menetapkan wilayah yang harus dilindungi, termasuk larangan spearfishing menggunakan kompresor. Tujuannya agar titik-titik diving unggulan tetap lestari dan bisa dinikmati wisatawan di masa depan,” tegasnya.

Bupati juga menggarisbawahi manfaat ekonomi dari sektor pariwisata laut yang akan kembali dinikmati masyarakat. Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan berputar kembali ke masyarakat, memacu pertumbuhan hotel, UMKM, rumah makan, dan sektor pendukung lainnya.

“Dengan demikian, manfaat sektor pariwisata lebih luas dirasakan masyarakat secara umum,” pungkas Bupati Thungari.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari; Kepala Dinas Pariwisata, Ir. Sony Kapal; serta para peserta pelatihan, instruktur Dive Master, dan insan pers. (IvAn)