JAKARTA – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmen dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia melalui strategi menarik investasi hijau pada sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Komisaris Utama PLN, Burhanuddin Abdullah, mengungkapkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan perusahaan untuk mencapai tujuan ini.
“Kami tengah menjalankan beragam langkah strategis guna menarik investasi dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan,” ujar Burhanuddin saat membuka talkshow bertajuk “8 Percent Economic Growth and Energy Transition: Challenges and Opportunities” dalam rangkaian acara Electricity Connect 2024 di Jakarta, Minggu (24/11/2024).
Burhanuddin menegaskan, investasi dalam pengembangan EBT tak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bersama-sama, kita berupaya menjajaki dan mengembangkan solusi pembiayaan proyek EBT yang sejalan dengan komitmen kita untuk transisi energi yang mulus dan berkelanjutan menuju masa depan yang rendah karbon,” jelasnya.
PLN juga terus berkolaborasi untuk menciptakan inovasi teknologi yang mendukung pengembangan EBT, seperti pembangunan fasilitas manufaktur panel surya berskala internasional.
Langkah ini, menurut Burhanuddin, bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor, memperkuat industri dalam negeri, serta menciptakan lapangan kerja hijau.
Transparansi dan Regulasi sebagai Kunci Dalam menghadapi tantangan global, PLN menekankan pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Burhanuddin menekankan bahwa transparansi, regulasi yang jelas, serta komunikasi terbuka menjadi elemen penting untuk meningkatkan kepercayaan investor.
“Kami menyadari adanya tantangan dalam menarik investasi di tengah ketidakpastian global. Oleh karena itu, transparansi dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci,” kata Burhanuddin.
Selain itu, PLN mendorong penggunaan platform digital yang mampu menyajikan data proyek EBT secara rinci.
Platform ini dirancang untuk memberikan informasi yang transparan tentang potensi, risiko, dan kebutuhan pendanaan setiap proyek sehingga dapat menarik keyakinan investor.
“Kami tengah menyiapkan platform digital yang dapat diakses secara realtime dan transparan. Dengan begitu, minat investor akan semakin meningkat,” tambahnya.
Efisiensi Operasional dan Fondasi Finansial yang Kuat, Burhanuddin juga mendorong jajaran direksi PLN untuk terus berinovasi, khususnya dalam memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan demi meningkatkan efisiensi operasional.
Ia memastikan posisi keuangan PLN tetap kuat untuk mendukung pengembangan proyek EBT.
Menurutnya, pencapaian laba perusahaan selama bertahun-tahun menjadi fondasi finansial yang perlu terus diperkuat agar PLN dapat memimpin transisi energi secara efektif.
“Fondasi finansial ini perlu terus diperkuat sehingga dapat mempercepat peralihan menuju energi ramah lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap tujuan keberlanjutan Indonesia,” pungkas Burhanuddin. (*/ben)
























