MANADO – Pasangan calon nomor urut 1 (satu) Yulius Selvanus Komaling – Victor Mailangkay (YSK-Victor) unggul dalam perhitungan cepat beberapa lembaga survey dengan presentasi.
36,51 persen. Hasil ini belumlah final karna masih menunggu pengumuman resmi dari KPU Provinsi Sulawesi Utara.
Menyikapi hal tersebut Ketua Umum Laskar Manguni Indonesia (LMI), Pendeta Hanny Pantouw, mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara.
Khususnya para pendukung pasangan calon (paslon) gubernur-wakil gubernur, bahkan paslon bupati, dan walikota, untuk menjaga situasi yang aman dan kondusif pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada awak media di Manado, Kamis (28/11/2024), Pendeta Hanny menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, terutama setelah proses pencoblosan yang baru saja berlangsung.
“Pasca pencoblosan pilkada serentak 2024 di seluruh Indonesia, khususnya di Sulut, semua sudah mengikuti penghitungan sementara, harus bersabar sampai KPU secara resmi mengumumkan siapa pemenangnya,” ujar Pendeta Hanny.
Pendeta Hanny juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif, serta menjaga Sulawesi Utara tetap dalam kondisi damai.
Ia meminta para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta ormas dan LSM untuk turut berperan dalam menjaga situasi kondusif.
“Dalam situasi seperti ini, saya menghimbau kepada tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, teman-teman ormas, LSM, dan seluruh masyarakat Sulut, mari kita jaga agar Sulut tetap aman dan kondusif selama penghitungan sementara ini,” katanya.
Selain itu, Pendeta Hanny juga menyarankan agar pendukung yang merasa gembira dengan hasil sementara Pilkada tidak bereaksi berlebihan.
Hanny juga menegaskan agar tidak ada ucapan kasar atau postingan di media sosial yang dapat memicu provokasi.
“Kalau ada luapan sukacita dari pendukung yang merasa menang, saya sarankan jangan terlalu berlebihan. Hindari perkataan kasar atau postingan di medsos yang bisa memicu provokasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pendeta Hanny mengajak semua pihak untuk tetap saling menghormati dan menunggu hasil keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Selain itu pula, menjaga ketertiban bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas.
“Mari kita jaga Sulut agar tetap aman dan kondusif. Pengumuman resmi KPU akan menentukan siapa yang terpilih menjadi gubernur, walikota, dan bupati kita. Setelah itu, kita kembali menjalani kehidupan sehari-hari tanpa berlebihan,” kata Pendeta Hanny.
Katanya, masyarakat Sulawesi Utara telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi. Menurutnya, pelaksanaan Pilkada di Sulut berjalan dengan aman dan lancar, dan ini harus menjadi contoh bagi daerah lain.
“Sulawesi Utara sudah sangat profesional dalam berdemokrasi. Kita tunjukkan ke daerah lain bahwa Sulut tetap kondusif, Sulut aman, Sulut sulit di Sulut,” pungkasnya
LMI yang dipimpin Pendeta Hanny Pantouw, berkomitmen untuk terus mengedepankan nilai-nilai persatuan dan kedamaian di Sulawesi Utara.
“Pilkada Serentak 2024 dapat menjadi ajang yang mempererat tali persaudaraan, bukan justru memecah belah masyarakat,” tandasnya. (ben)
























