Syenen Kezia Paat Ajak Generasi Muda Sukseskan Pilkada 2024

124
Syenen Kezia Paat. (ist)

MANADO – Kenalan dengan Syenen Kezia Paat warga Tompaso Baru, Kabupeten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Syenen merupakan salah satu generasi muda yang sudah sangat siap menyambut pilkada 2024.

Perempuan 26 tahun ini mengutarakan tentang pentingnya generasi muda
mengambil bagian dalam pilkada ini.

Hal itu karena menurut perempuan kelahiran Tompaso Baru 13 Mei 1998, jumlah pemilih saat ini lebih banyak generasi muda.

“Karena dengan jumlah pemilih yang sekarang rata rata generasi muda sehingga dengan mengikut sertakan mereka dalam pesta demokrasi dapat membawa ide-ide baru yang bisa mendorong perubahan dan kemajuan suatu daerah,” ujar anak kedua dari dua orang bersaudara ini.

Menurut perempuan yang saat ini menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Tompaso Baru, Minahasa Selatan, ini generasi muda harus berkontribusi penuh dalam mensukseskan pilkada.

Misalnya dengan bergabung menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan-kecamatan.

“Generasi muda bisa terlibat dalam panitia pemilihan Kecamatan dan panitia pemungutan suara dan juga pada saat ini kita sudah berada dalam tahapan pembentukan KPPS untuk pilkada 2024 dan rata rata peminatnya generasi muda, karena pada saat pilkada nanti KPPS.

“Ini akan diperhadapkan dengan pekerjaan yang menggunakan aplikasi dan rata-rata generasi mudah lebih paham IT mampu dalam mengelola hal-hal seperti ini,” ujar perempuan yang menikah dengan Yoanly Nayoan ini.

Alumni Fakultas Ilmu sosial dan ilmu politik jurusan Administrasi bisnis Unsrat Manado ini menjelaskan sangat disayangkan kalau generasi muda tidak terlibat dalam pilkada.

Padahal dalam pesta demokrasi ini tahun ini generasi muda bisa menciptakan perubahan positif bagi bangsa ini.

“Jadi mari terlibat dalam perubahan bangsa ini lewat mengikuti pesta demokrasi tahun ini,” ucap ibu dari Gaffridly Nayoan ini.

Dia juga bertahap generasi muda terlibat aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat terkait dengan kampanye damai.

Selain itu, mengajak masyarakat untuk memilih calon pemimpin masing-masing tanpa menjatuhkan satu dengan yang lain.

“Sosial media penting dalam berperan untuk menyampaikan kampanye damai sehingga dengan adanya partisipasi generasi muda mereka dapat menyaring atau membedakan berita hoax dan ujaran kebencian sehingga mengupayakan pilkada sebagai sarana integrasi bangsa. (*/don)