
SANGIHE – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna, Yosef Leonard Sihombing, turun langsung memantau pelaksanaan program pembinaan kemandirian di bengkel kegiatan kerja Lapas Tahuna, Selasa (31/3).
Dalam kunjungannya, Yosef melihat berbagai aktivitas produktif yang dilakukan warga binaan, salah satunya pembuatan alat musik tradisional keroncong yang kini mulai diminati dan memiliki nilai ekonomi.
Yosef Leonard Sihombing juga memberikan semangat dan motivasi kepada para warga binaan agar tetap produktif selama menjalani masa pidana.
Ia menegaskan bahwa program pembinaan ini bertujuan tidak hanya untuk mengisi waktu, tetapi juga sebagai bekal keterampilan setelah bebas nanti.
“Program ini tidak hanya membantu mereka mengisi waktu dengan hal produktif, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk mandiri setelah menjalani masa pidana. Tetap semangat dan manfaatkan ilmu yang didapat sebagai bekal di luar nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yosef menyampaikan bahwa kegiatan di bengkel kerja Lapas Tahuna tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan UMKM.
Ia menambahkan, meningkatnya permintaan alat musik keroncong menjadi peluang besar untuk terus mengembangkan keterampilan warga binaan.
“Melihat order alat musik keroncong yang semakin meningkat, ini menjadi bagian dari upaya mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meningkatkan pendayagunaan warga binaan untuk produksi UMKM,” tambahnya.
Salah satu warga binaan berinisial YS mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Ia merasa mendapatkan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat untuk masa depannya.
“Saya sangat bersyukur, walaupun berada di dalam Lapas, saya tetap bisa belajar dan mendapatkan keterampilan yang berguna,” ungkapnya.
Program ini menjadi bukti komitmen Lapas Kelas IIB Tahuna dalam memberikan pembinaan yang positif, sekaligus mendorong warga binaan menjadi pribadi yang produktif dan siap kembali ke masyarakat. (Ivan)





















