Lewat Festival Tulude 2026, BI Sulut Dorong Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi di Sangihe

140
Istimewa

SANGIHE — Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara memanfaatkan momentum Festival Tulude 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengendalian inflasi daerah.

Hal itu sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kepulauan Sangihe yang digelar pada 30 Januari 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat pemerintah daerah setempat.

Forum HLM menjadi sarana koordinasi strategis untuk memperkuat upaya pengendalian inflasi sekaligus mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi, khususnya pada sektor pemerintahan daerah.

Selain itu, Bank Indonesia turut mengakselerasi penggunaan transaksi non-tunai dengan memberikan voucher diskon QRIS kepada pengunjung pameran dan bazar UMKM yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Kami memberikan insentif transaksi digital melalui QRIS kepada 1.000 pengunjung pameran dan bazar UMKM dalam rangka HUT ke-601 Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi dan pengalaman masyarakat dalam bertransaksi secara digital, sekaligus memperluas ekosistem ekonomi digital, terutama di wilayah kepulauan dan kawasan perbatasan.

Ke depan, Bank Indonesia menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas ekonomi daerah dan mempercepat transformasi digital di Sulawesi Utara. (IvAn)