Bupati FDW Tinjau Proses Akreditasi Puskesmas Kumelembuai oleh Tim Kemenkes RI

57
Istimewa

MINSEL – Pelaksanaan Proses Akreditasi Puskesmas Kumelembuai yang dilaksanakan oleh Tim Surveyor Akreditasi Komite Mutu Kesehatan Primer (KMKP) Kementerian Kesehatan RI bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan primer kepada masyarakat.

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH meninjau langsung proses jalannya Kreditasi itu, Kamis (29/01).

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan seluruh tahapan akreditasi berjalan secara baik, objektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Bupati menegaskan bahwa akreditasi Puskesmas tidak sekadar bersifat administratif, melainkan merupakan instrumen strategis dalam mendorong perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

“Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, akreditasi harus dimaknai sebagai momentum evaluasi dan peningkatan mutu layanan, agar masyarakat memperoleh pelayanan yang profesional, aman, dan bermutu,” ujar Bupati.

Peninjauan pelaksanaan Proses Akreditasi Puskesmas Kumelembuai dilakukan Bupati Franky usai meninjau pembangunan Puskesmas Motoling Barat.

Proses Akreditasi Puskesmas Kumelembuai dilaksanakan selama tiga hari, yakni pada 27 serta 29–30 Januari 2026.

Tim surveyor dipimpin oleh Ketua Tim Bapak Muhafid SKM bersama Anggota Tim Bapak dr. Erzi Iskandar Deu.

Penilaian dilakukan secara komprehensif dan objektif sesuai standar akreditasi nasional.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, serta sinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui pelaksanaan akreditasi Puskesmas oleh Tim Surveyor KMKP Kementerian Kesehatan RI diharapkan Puskesmas Kumelembuai semakin profesional, responsif serta berorientasi pada keselamatan dan kepuasan masyarakat.

Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Minahasa Selatan yang lebih baik. (*/ben)