MANADO – Menjelang kompetisi PSSI Liga 4 musim 2025-2026, Persma 1960 segera melakukan seleksi pemain.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus ikut mensupport demi pelepas dahaga masyarakat pecinta sepak bola.
Buktinya, gubernur Yulius Selvanus menerima pengurus Persma 1960 dari Jakarta di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Kamis 30 Oktober 2025.
Pertemuan itu menjadi titik balik penting dalam upaya menghidupkan kembali kejayaan klub.
Klub yang pernah menorehkan sejarah panjang di dunia sepak bola Indonesia.
Perwakilan Persma 1960 dari Jakarta, Ferry Tang, menyampaikan apresiasinya atas dukungan penuh gubernur terhadap kebangkitan klub ini.
“Kami sangat menghargai langkah Pak Gubernur yang telah membuka jalan untuk menghidupkan Persma,” ucapnya.
Memang, Persma 1960 masih harus melalui perjalanan lumayan panjang agar bisa berlaga di pentas nasional.
Badai Biru, julukan Persma 1960 masih on the track, kasta terbawah Liga 4. “Tapi kami optimis target kami, setiap tahun naik satu level. Dalam tiga tahun, kami ingin melihat Persma bermain di kasta teratas,” ujar Ferry Tang.
Dukungan serupa datang dari Efendy, tim teknis Persma 1960 yang juga datang dari Jakarta.
Ia menegaskan pentingnya membangun kekuatan sepak bola mulai dari akar rumput. Apalgi, Sulut adalah gudangnya pemain hebat.
“Kami mulai dari lokal, lalu menyeleksi pemain terbaik dari luar daerah. Mudah-mudahan November ini,” ujarnya optimis.
Sementara itu, Presiden Direktur Persma 1960, Harvany Boki, menilai dukungan Gubernur menjadi bukti nyata membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara.
“Ini bukan sekadar nostalgia, tapi langkah konkret untuk memajukan sepak bola Sulut,” terang dia.
Mencari pemain hebat, Gubernur mengarahkan adanya gelaran turnamen Gubernur Cup sebagai ajang awal pembinaan dan seleksi pemain,” jelas Harvani.
Intinya, membangkitkan Persma 1960 butuh tahapan atau berjenjang.
“Kita lakukan step by step. Yang pasti, Gubernur sangat berkomitmen untuk membangkitkan kembali kejayaan sepak bola Sulut, dan Persma 1960 adalah simbol kebanggaan itu,” tutupnya.
Adanya dukungan paripurna dan stakeholder sepak bola, Persma 1960 akan menulis babak baru, sejarah dari nostalgia menjadi kebangkitan nyata. (*/ben)






















