Antisipasi Kemarau, Pemkab Sangihe Ikuti Rakornas Swasembada Pangan Bersama Kemendagri

34
Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Swasembada Pangan menghadapi musim kemarau 2025 secara virtual di Kodim 1301/Sangihe. (foto ist)

SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Swasembada Pangan dalam rangka menghadapi musim kemarau tahun 2025 yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri, Selasa (3/6/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan dipusatkan di Kodim 1301 Sangihe.

Pemkab Sangihe diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Yohanis Pilat serta Kepala Dinas Pertanian, Frangky Natingkase.

Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan langkah strategis dari pemerintah daerah dalam menghadapi dampak musim kemarau, terutama pada sektor ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan adalah prioritas nasional yang tidak bisa ditunda, terutama di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu,” tegas Tito.

Dalam kesempatan itu, Mendagri juga menyampaikan data inflasi nasional per Mei 2025. Inflasi tahunan (year on year) tercatat sebesar 1,60%, sedangkan secara bulanan (month to month) terjadi deflasi sebesar -0,37%.

Meskipun inflasi masih terkendali, antisipasi terhadap potensi lonjakan harga pangan akibat kemarau panjang menjadi fokus utama.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut menyampaikan prakiraan musim kemarau 2025.

Berdasarkan data terbaru per Mei, musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga Agustus 2025 dan diprediksi berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong diversifikasi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas utama seperti beras.

Pemda diinstruksikan menggencarkan gerakan menanam komoditas cepat panen seperti umbi-umbian, jagung, dan hortikultura guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama musim kemarau. (IvAn)