Sugianto Sabran: Kalteng Menyala Wujudkan Semua Desa Nikmati Listrik

94
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bersama jajaran menyerahkan berbagai program bantuan maupun dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ist)

PALANGKARAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menggagas Program Kalteng Menyala untuk mewujudkan seluruh desa di provinsi setempat menikmati aliran energi listrik yang ditargetkan selesai akhir 2024.

Gubernur Sugianto di Palangka Raya, Senin menyampaikan, sebenarnya jika mengacu RPJMD 2021-2026, maka pada 2026 barulah semua desa di Kalteng 100 persen mendapat aliran listrik, baik itu dari PLN maupun diakses juga dengan PLTS.

“Perlu upaya percepatan, 2026 terlalu lama, kita tidak bisa berharap dan menunggu program nasional. Jadi dengan perhitungan cermat, dan dibarengi kenaikan APBD signifikan, saya mencanangkan program ini dan menargetkan di akhir 2024 semua desa mendapat akses listrik, dan anggaran telah kita siapkan untuk itu sebesar Rp432 miliar,” katanya menegaskan.

Dia menjelaskan, untuk teknis implementasinya, program ini diakses menggunakan PLTS. Pemprov Kalteng melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pembangunan listrik dengan menggunakan EBT, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

“Implementasinya adalah pemprov memberi bantuan atau hibah kepada masyarakat, yang akses PLN belum bisa masuk dalam dua atau tiga tahun ke depan,” ujarnya.

Adapun bantuan PLTS untuk 2024 diberi kepada kurang lebih 20.711 rumah tangga di 186 desa seluruh Kalteng, dan dalam anggaran perubahan tahun ini juga, diakses lagi sekitar 25.000 keluarga di 184 desa.

Melalui kebijakan ini maka seluruh desa sampai pelosok terpencil wilayah Kalteng listriknya menyala, dan diharap mampu mendorong produktivitas masyarakat menjadi kian meningkat.

“Kalteng Menyala ini secara umum akan mengurangi gap kehidupan sosial masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan. Mereka (masyarakat) hidup di bumi dan tanah yang sama, yaitu Bumi Tambun Bungai. Sejatinya harus mendapatkan pelayanan dan kehidupan yang sama layaknya,” jelas Sugianto Sabran.

Sugianto menjabarkan, salah satu penyebab belum terealisasinya pemerataan jaringan listrik di Kalteng, adalah wilayah yang begitu luas, dengan kondisi geografis yang spesifik, serta infrastruktur di daerah terpencil masih sulit.

“Kondisi kelistrikan di Kalteng sebetulnya sudah surplus terkait dengan daya listrik, namun kendalanya adalah kondisi geografis, dimana infrastruktur ke daerah terpencil sangat terbatas sehingga akses listrik dari PLN masih sulit menembus daerah terpencil,” katanya. (*/ben)